Demikianlah telah kudengar. Pada suatu ketika Sang Buddha sedang berdiam di antara orang-orang Kuru, di kota Kuru Kammāsadhamma.
Pada waktu itu Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu:
‘Aku akan mengajarkan kalian Dharma, yang indah pada awalnya, indah pada pertengahannya, dan juga indah pada akhirnya, denga makna dan ungkapannya, yang memiliki kemurnian, mengungkapkan kehidupan suci, yaitu, memenuhi kehidupan suci dan mampu mengakhiri noda-noda. Dengarkanlah dengan seksama dan perhatikan dengan baik!’
Kemudian para bhikkhu mendengarkan untuk menerima ajaran.
Sang Bhagavā berkata:
‘Kalian seharusnya mengetahui noda-noda, mengetahui sebab bagi munculnya noda-noda, mengetahui akibat noda-noda, mengetahui keberagaman noda-noda, mengetahui lenyapnya noda-noda, dan mengetahui jalan menuju lenyapnya noda-noda.
‘Kalian seharusnya mengetahui perasaan, mengetahui sebab bagi munculnya perasaan, mengetahui akibat perasaan, mengetahui keberagaman perasaan, mengetahui lenyapnya perasaan, dan mengetahui jalan menuju lenyapnya perasaan.
‘Kalian seharusnya mengetahui persepsi, mengetahui sebab bagi munculnya persepsi, mengetahui akibat persepsi, mengetahui keberagaman persepsi, mengetahui lenyapnya persepsi, dan mengetahui jalan menuju lenyapnya persepsi.
‘Kalian seharusnya mengetahui kenikmatan indria, mengetahui sebab bagi munculnya kenikmatan indria, mengetahui akibat kenikmatan indria, mengetahui keberagaman kenikmatan indria, mengetahui lenyapnya kenikmatan indria, dan mengetahui jalan menuju lenyapnya kenikmatan indria.
‘Kalian seharusnya mengetahui karma, mengetahui sebab bagi munculnya karma, mengetahui akibat karma, mengetahui keberagaman karma, mengetahui lenyapnya karma, dan mengetahui jalan menuju lenyapnya karma.
‘Kalian seharusnya mengetahui dukkha, mengetahui sebab bagi munculnya dukkha, mengetahui akibat dukkha, mengetahui keberagaman dukkha, mengetahui lenyapnya dukkha, dan mengetahui jalan menuju lenyapnya dukkha.
‘Apakah “mengetahui noda-noda”? Terdapat tiga noda: noda kenikmatan indria, noda penjelmaan, dan noda ketidaktahuan. Ini disebut “mengetahui noda-noda”.
‘Apakah “mengetahui sebab bagi munculnya noda-noda”? Ini adalah ketidaktahuan. Karena ketidaktahuan, noda-noda muncul. Ini disebut “mengetahui sebab bagi munculnya noda-noda”.
‘Apakah “mengetahui akibat noda-noda”? Ini adalah ikatan yang disebabkan ketidaktahuan. Karena dikotori oleh noda-noda, seseorang menerima akibatnya: baik mencapai alam kehidupan yang baik, atau mencapai alam kehidupan yang buruk. Ini disebut “mengetahui akibat noda-noda”.
‘Apakah “mengetahui keberagaman noda-noda”? Terdapat noda-noda yang membawa pada kelahiran kembali di neraka, terdapat noda-noda yang membawa pada kelahiran kembali di antara para binatang, terdapat noda-noda yang membawa pada kelahiran kembali di antara para hantu kelaparan, terdapat noda-noda yang membawa pada kelahiran kembali di surga, terdapat noda-noda yang membawa pada kelahiran kembali sebagai manusia. Ini disebut “mengetahui keberagaman noda-noda”.
‘Apakah “mengetahui lenyapnya noda-noda”? Ketika ketidaktahuan dilenyapkan, noda-noda dilenyapkan. Ini disebut “mengetahui lenyapnya noda-noda”
‘Apakah “mengetahui jalan menuju lenyapnya noda-noda”? Ini adalah jalan mulia berunsur delapan: pandangan benar … sampai dengan … konsentrasi benar; ini adalah delapan hal itu. Ini disebut “mengetahui jalan menuju lenyapnya noda-noda”.
‘Jika seorang bhikkhu mengetahui noda-noda dengan cara ini, mengetahui sebab bagi munculnya noda-noda, mengetahui akibat noda-noda, mengetahui keberagaman noda-noda, mengetahui lenyapnya noda-noda, dan mengetahui jalan menuju lenyapnya noda-noda, maka ia disebut sebagai memenuhi kehidupan suci dan mampu mengakhiri semua noda-noda.
‘Apakah “mengetahui perasaan”? Terdapat tiga jenis perasaan: perasaan menyenangkan, perasaan menyakitkan, dan perasaan netral. Ini disebut “mengetahui perasaan”.
‘Apakah “mengetahui sebab bagi munculnya perasaan”? Ini adalah kontak. Karena kontak terdapat perasaan. Ini disebut “mengetahui sebab bagi munculnya perasaan”.
‘Apakah “mengetahui akibat perasaan”? Ini adalah ketagihan. Ketagihan adalah akibat perasaan. Ini disebut “mengetahui akibat perasaan”.
‘Apakah “mengetahui keberagaman perasaan”? Ketika seorang bhikkhu merasakan perasaan menyenangkan, ia mengetahui ia sedang merasakan perasaan menyenangkan. Ketika seorang bhikkhu merasakan perasaan menyakitkan, ia mengetahui ia sedang merasakan perasaan menyakitkan. Ketika seorang bhikkhu merasakan perasaan netral, ia mengetahui ia sedang merasakan perasaan netral. Ketika ia merasakan perasaan jasmani yang menyenangkan … perasaan jasmani yang menyakitkan … perasaan jasmani yang netral … perasaan batin yang menyenangkan … perasaan batin yang menyakitkan … perasaan batin yang netral … perasaan duniawi yang menyenangkan … perasaan duniawi yang menyakitkan … perasaan duniawi yang netral … perasaan non-duniawi yang menyenangkan … perasaan non-duniawi yang menyakitkan … perasaan non-duniawi yang netral … perasaan menyenangkan … menyakitkan … netral yang berhubungan dengan kenikmatan indria … perasaan menyenangkan … menyakitkan … netral yang tidak berhubungan dengan kenikmatan indria, maka ia mengetahui ia sedang merasakan perasaan netral yang tidak berhubungan dengan kenikmatan indria. Ini disebut “mengetahui keberagaman perasaan”.
‘Apakah “mengetahui lenyapnya perasaan”? Lenyapnya kontak adalah lenyapnya perasaan. Ini disebut “mengetahui lenyapnya perasaan”.
‘Apakah “mengetahui jalan menuju lenyapnya perasaan”? Ini adalah jalan mulia berunsur delapan: pandangan benar … sampai dengan … konsentrasi benar; ini adalah delapan hal itu. Ini disebut “mengetahui jalan menuju lenyapnya perasaan”.
‘Jika seorang bhikkhu mengetahui perasaan dengan cara ini, mengetahui sebab bagi munculnya perasaan, mengetahui akibat perasaan, mengetahui keberagaman perasaan, mengetahui lenyapnya perasaan, dan mengetahui jalan menuju lenyapnya perasaan, maka ia disebut sebagai memenuhi kehidupan suci dan mampu mengakhiri semua perasaan.
‘Apakah “mengetahui persepsi”? Terdapat empat jenis persepsi. Seorang bhikkhu mengetahui persepsi yang terbatas, mengetahui persepsi yang luhur, mengetahui persepsi yang tanpa batas, dan mengetahui persepsi landasan kekosongan. Ini disebut “mengetahui persepsi”.
‘Apakah “mengetahui sebab bagi munculnya persepsi”? Ini adalah kontak. Karena kontak terdapat persepsi. Ini disebut “mengetahui sebab bagi munculnya persepsi”.
‘Apakah “mengetahui akibat persepsi”? Ini adalah pengungkapan dengan kata-kata. Mengikuti persepsi terdapat pengungkapan dengan kata-kata. Ini disebut “mengetahui akibat persepsi”.
‘Apakah “mengetahui keberagaman persepsi”? Terdapat persepsi yang mengetahui bentuk-bentuk terlihat, terdapat persepsi yang mengetahui suara-suara, terdapat persepsi yang mengetahui bebauan, terdapat persepsi yang mengetahui rasa-rasa, dan terdapat persepsi yang mengetahui sentuhan. Ini disebut “mengetahui keberagaman persepsi”.
‘Apakah “mengetahui lenyapnya persepsi”? Lenyapnya kontak adalah lenyapnya persepsi. Ini disebut “mengetahui lenyapnya persepsi”.
‘Apakah “mengetahui jalan menuju lenyapnya persepsi”? Ini adalah jalan mulia berunsur delapan: pandangan benar … sampai dengan … konsentrasi benar; ini adalah delapan hal itu. Ini disebut “mengetahui jalan menuju lenyapnya persepsi”.
‘Jika seorang bhikkhu mengetahui persepsi dengan cara ini, mengetahui sebab bagi munculnya persepsi, mengetahui akibat persepsi, mengetahui keberagaman persepsi, mengetahui lenyapnya persepsi, dan mengetahui jalan menuju lenyapnya persepsi, maka ia disebut sebagai memenuhi kehidupan suci dan mampu mengakhiri semua persepsi.
‘Apakah “mengetahui kenikmatan indria”? Terdapat lima utas kenikmatan indria, yang diinginkan, menyenangkan, menarik, berhubungan dengan keinginan indria, dan sangat nikmat. Apakah lima hal itu? Bentuk-bentuk terlihat yang dikenali oleh mata, suara-suara yang dikenali oleh telinga, bebauan yang dikenali oleh hidung, rasa-rasa yang dikenali oleh lidah, dan sentuhan yang dikenali oleh badan. Ini disebut “mengetahui kenikmatan indria”.
‘Apakah “mengetahui sebab bagi munculnya kenikmatan indria”? Ini adalah kontak. Karena kontak terdapat kenikmatan indria. Ini disebut “mengetahui sebab bagi munculnya kenikmatan indria”.
‘Apakah “mengetahui akibat kenikmatan indria”? Mengikuti kenikmatan indria adalah benih atas ketagihan terhadap kenikmatan, kemelekatan padanya, dan berdiamnya di dalamnya. Karena hal ini, seseorang mengetahui sebagai akibatnya kelangsungan dalam kondisi yang bermanfaat, kondisi yang tidak bermanfaat, atau kondisi tanpa-gangguan. Ini disebut “mengetahui akibat kenikmatan indria”.
‘Apakah “mengetahui keberagaman kenikmatan indria”? Terdapat kenikmatan indria sehubungan dengan bentuk-bentuk, kenikmatan indria sehubungan dengan suara-suara, kenikmatan indria sehubungan dengan bebauan, kenikmatan indria sehubungan dengan rasa-rasa, dan kenikmatan indria sehubungan dengan sentuhan. Ini disebut “mengetahui keberagaman kenikmatan indria”.
‘Apakah “mengetahui lenyapnya kenikmatan indria”? Lenyapnya kontak adalah lenyapnya kenikmatan indria. Ini disebut “mengetahui lenyapnya kenikmatan indria”.
‘Apakah “mengetahui jalan menuju lenyapnya kenikmatan indria”? Ini adalah jalan mulia berunsur delapan: pandangan benar … sampai dengan … konsentrasi benar; ini adalah delapan hal itu. Ini disebut “mengetahui jalan menuju lenyapnya kenikmatan indria”.
‘Jika seorang bhikkhu mengetahui kenikmatan indria dengan cara ini, mengetahui sebab bagi munculnya kenikmatan indria, mengetahui akibat kenikmatan indria, mengetahui keberagaman kenikmatan indria, mengetahui lenyapnya kenikmatan indria, dan mengetahui jalan menuju lenyapnya kenikmatan indria, maka ia disebut sebagai memenuhi kehidupan suci dan mampu mengakhiri semua kenikmatan indria.
‘Apakah “mengetahui karma”? Terdapat dua jenis karma: kehendak dan perbuatan dengan kehendak. Ini disebut “mengetahui karma”.
‘Apakah “mengetahui sebab bagi munculnya karma”? Ini adalah kontak. Karena kontak terdapat karma. Ini disebut “mengetahui sebab bagi munculnya karma”.
‘Apakah “mengetahui akibat karma”? Terdapat karma yang hitam dan memiliki akibat hitam; terdapat karma yang putih dan memiliki akibat putih; terdapat karma yang hitam dan putih serta memiliki akibat hitam dan putih; dan terdapat karma yang bukan hitam maupun bukan putih, yang tidak memiliki akibat, karma yang membawa pada penghancuran karma. Ini disebut “mengetahui akibat karma”.
‘Apakah “mengetahui keberagaman karma”? Terdapat karma yang membawa pada kelahiran kembali di neraka, terdapat karma yang membawa pada kelahiran kembali di antara para binatang, terdapat karma yang membawa pada kelahiran kembali di antara para hantu kelaparan, terdapat karma yang membawa pada kelahiran kembali di surga, terdapat karma yang membawa pada kelahiran kembali sebagai manusia. Ini disebut “mengetahui keberagaman karma”.
‘Apakah “mengetahui lenyapnya karma”? Lenyapnya kontak adalah lenyapnya karma. Ini adalah “mengetahui lenyapnya karma”.
‘Apakah “mengetahui jalan menuju lenyapnya karma”? Ini adalah jalan mulia berunsur delapan: pandangan benar … sampai dengan … konsentrasi benar; ini adalah delapan hal itu. Ini disebut “mengetahui jalan menuju lenyapnya karma”.
‘Jika seorang bhikkhu mengetahui karma dengan cara ini, mengetahui sebab bagi munculnya karma, mengetahui akibat karma, mengetahui keberagaman karma, mengetahui lenyapnya karma, dan mengetahui jalan menuju lenyapnya karma, maka ia disebut sebagai memenuhi kehidupan suci dan mampu mengakhiri semua karma.
‘Apakah “mengetahui dukkha”? Kelahiran adalah dukkha, usia tua adalah dukkha, penyakit adalah dukkha, kematian adalah dukkha, bergaul dengan apa yang tidak disukai adalah dukkha, tidak mendapatkan apa yang diinginkan adalah dukkha, berpisah dari apa yang disukai adalah dukkha; secara singkat, lima kelompok unsur kehidupan yang dilekati adalah dukkha. Ini disebut “mengetahui dukkha”.
‘Apakah “mengetahui sebab bagi munculnya dukkha”? Ini adalah ketagihan. Karena ketagihan, dukkha muncul. Ini disebut “mengetahui sebab bagi munculnya dukkha”.
‘Apakah “mengetahui akibat dukkha”? Terdapat dukkha ringan yang lenyap hanya dengan perlahan-lahan; terdapat dukkha ringan yang lenyap dengan cepat; terdapat dukkha berat yang lenyap dengan perlahan-lahan; dan terdapat dukkha berat yang lenyap dengan cepat. Mengetahui dukkha dan lenyapnya dukkha: ini disebut “mengetahui akibat dukkha”.
‘Apakah “mengetahui keberagaman dukkha”? Seorang duniawi yang tidak terpelajar dan bodoh, yang tidak menemukan teman spiritual yang baik dan tidak bertemu dengan Dharma yang mulia, mengalami munculnya kesakitan yang hebat dalam jasmaninya, rasa sakit sangat parah sehingga seseorang akan berharap untuk mengakhiri hidupnya untuk membebaskan diri darinya. Ia mencari kesembuhan dari orang luar dengan berpikir: “Mungkin terdapat seorang pertapa atau brahmana yang mengetahui mantra yang terdiri dari satu syair, atau dua syair, tiga syair, empat syair, mantra dari banyak syair, atau bahkan mantra yang terdiri dari seratus syair, yang akan menyembuhkan dukkha-ku!” Karena ia mencari seperti ini, dukkha muncul dalam dirinya. Ketika sebab-sebab darinya muncul bersama, dukkha muncul dan dukkha lenyap. Ini disebut “mengetahui keberagaman dukkha”.
‘Apakah “mengetahui lenyapnya dukkha”? Lenyapnya ketagihan adalah lenyapnya dukkha. Ini disebut “mengetahui lenyapnya dukkha”.
‘Apakah “mengetahui jalan menuju lenyapnya dukkha”? Ini adalah jalan mulia berunsur delapan: pandangan benar … sampai dengan … konsentrasi benar; ini adalah delapan hal itu. Ini disebut “mengetahui jalan menuju lenyapnya dukkha”.
‘Jika seorang bhikkhu mengetahui dukkha dengan cara ini, mengetahui sebab bagi munculnya dukkha, mengetahui akibat dukkha, mengetahui keberagaman dukkha, mengetahui lenyapnya dukkha, dan mengetahui jalan menuju lenyapnya dukkha, maka ia disebut sebagai memenuhi kehidupan suci dan mampu mengakhiri semua dukkha.’
Demikianlah yang diucapkan Sang Buddha. Setelah mendengar apa yang dikatakan Sang Buddha, para bhikkhu bergembira dan menerimanya dengan hormat.
Komentar [0]