Memuat

The Middle Āgama

MA91 Kotbah tentang Pertanyaan Cunda tentang Pandangan-Pandangan

Terjemahan [3]

Kotbah tentang Pertanyaan Cunda tentang Pandangan-Pandangan

Demikianlah telah kudengar. Pada suatu ketika Sang Buddha sedang berdiam di Kosambī di Taman Ghosita.

Pada waktu itu, pada sore hari, Yang Mulia Mahācunda bangkit dari duduk bermeditasi dan mendekati Sang Buddha. Setelah memberikan penghormatan pada kaki Sang Buddha, ia mengundurkan diri, duduk pada satu sisi, dan berkata:

‘Sang Bhagavā, sehubungan dengan berbagai pandangan yang terus-menerus muncul di dunia – spekulasi-spekulasi tentang keberadaan diri, makhluk hidup, manusia, jiwa, landasan kehidupan, dan dunia – Sang Bhagavā, dengan cara apakah seseorang seharusnya mengetahui dan dengan cara apakah seseorang seharusnya melihat sehingga pandangan-pandangan ini dilenyapkan dan ditinggalkan, dan pandangan-pandangan lain tidak berlanjut dan dilekati?’

Sang Bhagavā berkata:

‘Cunda, sehubungan dengan berbagai pandangan yang terus-terus muncul di dunia – spekulasi-spekulasi tentang keberadaan diri, makhluk hidup, manusia, jiwa, landasan kehidupan, dan dunia – jika, Cunda, seseorang merealisasi lenyapnya tanpa sisa semua fenomena, maka dengan mengetahui seperti ini dan melihat seperti ini, pandangan-pandangan ini dilenyapkan dan ditinggalkan, dan pandangan-pandangan lainnya tidak berlanjut dan dilekati. Untuk tujuan ini seseorang seharusnya melatih penghapusan.

‘Cunda, apakah yang merupakan “penghapusan” dalam Dharma dan disiplin mulia? Di sini seorang bhikkhu, terasing dari keinginan indria, terasing dari kondisi-kondisi yang jahat dan tidak bermanfaat, dengan kesadaran terarah dan perenungan berkelanjutan … sampai dengan … berdiam setelah mencapai jhāna keempat. Ia mungkin berpikir, “Aku sedang berdiam dalam penghapusan.”

‘Tetapi, Cunda, dalam Dharma dan disiplin mulia empat keadaan pikiran yang lebih tinggi ini masih bukan merupakan “penghapusan”. Mereka adalah “kediaman yang menyenangkan di sini dan saat ini.” Ketika seorang praktisi keluar dari jhāna-jhāna ini dan memasukinya lagi, ia mungkin berpikir, “Aku sedang berdiam dalam penghapusan.” Tetapi, Cunda, dalam Dharma dan disiplin mulia hal-hal ini masih bukan merupakan “penghapusan”.

‘Seorang bhikkhu, dengan sepenuhnya melampaui persepsi bentuk … sampai dengan … memasuki dan berdiam dalam landasan bukan-persepsi-juga-bukan-tanpa-persepsi. Ia mungkin berpikir, “Aku sedang berdiam dalam penghapusan.” Tetapi, Cunda, dalam Dharma dan disiplin mulia empat pembebasan yang damai ini, yang melampaui bentuk, setelah mencapai yang tanpa bentuk, masih bukan merupakan “penghapusan”. Ketika keluar darinya, seorang praktisi mungkin menyatakan kepada orang lain atau berpikir, “Aku sedang berdiam dalam penghapusan.” Tetapi, Cunda, dalam Dharma dan disiplin hal-hal ini masih bukan merupakan “penghapusan”.

‘Cunda, seseorang seharusnya melatih penghapusan seperti ini: “Orang lain mungkin memiliki keingina jahat dan pemikiran berdasarkan keinginan demikian; aku tidak akan memiliki keinginan jahat atau pemikiran berdasarkan keinginan demikian.” Cunda, seseorang seharusnya melatih penghapusan seperti ini: “Orang lain mungkin memiliki kehendak menyakiti dan kemarahan; aku tidak akan memiliki kehendak menyakiti dan kemarahan; aku tidak akan memiliki kehendak menyakiti dan kemarahan.”

‘Cunda, seseorang seharusnya melatih penghapusan seperti ini: “Orang lain mungkin membunuh makhluk hidup, … mengambil apa yang tidak diberikan, … tidak hidup selibat; aku akan hidup selibat.” Cunda, seseorang seharusnya melatih penghapusan seperti ini: “Orang lain mungkin dikuasai oleh ketamakan, … sifat suka berselisih, … kelambanan dan ketumpulan, … kegelisahan, … kesombongan, … keragu-raguan; aku tidak akan dikuasai oleh keragu-raguan.” Cunda, seseorang seharusnya melatih penghapusan seperti ini: “Orang lain mungkin terbelenggu oleh permusuhan, … sanjungan, … tipu daya, … tidak memiliki rasa malu dan takut; aku akan memiliki rasa malu dan takut.”

‘Cunda, seseorang seharusnya melatih penghapusan seperti ini: “Orang lain mungkin memiliki keangkuhan; aku tidak akan memiliki keangkuhan.” Cunda, seseorang seharusnya melatih penghapusan seperti ini: “Orang lain mungkin memiliki kebanggaan yang berlebihan; aku tidak akan memiliki kebanggaan yang berlebihan.” Cunda, seseorang seharusnya melatih penghapusan seperti ini: “Orang lain mungkin sedikit belajar; aku akan banyak belajar.” Cunda, seseorang seharusnya melatih penghapusan seperti ini: “Orang lain mungkin tidak merenungkan kondisi-kondisi bermanfaat; aku akan merenungkan kondisi-kondisi bermanfaat.”

‘Cunda, seseorang seharusnya melatih penghapusan seperti ini: “Orang lain mungkin terlihat dalam perilaku jahat yang bertentangan dengan Dharma; aku akan terlibat dalam perilaku luhur yang sesuai dengan Dharma.” Cunda, seseorang seharusnya melatih penghapusan seperti ini: “Orang lain mungkin terlibat dalam ucapan salah, … ucapan yang memecah belah, … ucapan kasar, … ucapan omong kosong, … perbuatan jahat; aku tidak akan terlibat dalam perbuatan jahat.” Cunda, seseorang seharusnya melatih penghapusan seperti ini: “Orang lain mungkin tidak memiliki keyakinan, … lalai, … tidak memiliki perhatian penuh, … tidak memiliki konsentrasi, … memiliki kebijaksanaan yang cacat; aku tidak akan memiliki kebijaksanaan yang cacat.”

‘Cunda, bahkan hanya mencondongkan pikiran pada kondisi-kondisi bermanfaat dan berkeinginan untuk berlatih di dalamnya akan memiliki banyak manfaat; apalagi jika seseorang melatih kondisi-kondisi bermanfaat dalam perbuatan jasmani dan ucapannya!

‘Cunda, seseorang seharusnya mencondongkan pikiran seperti ini: “Orang lain mungkin memiliki keinginan jahat dan pemikiran berdasarkan keinginan demikian; aku tidak akan memiliki keinginan jahat dan pemikiran berdasarkan keinginan demikian.” Cunda, seseorang seharusnya mencondongkan pikiran seperti ini: “Orang lain mungkin memiliki kehendak menyakiti dan kemarahan; aku tidak akan memiliki kehendak menyakiti dan kemarahan.”

‘Cunda, seseorang seharusnya mencondongkan pikiran seperti ini: “Orang lain mungkin membunuh makhluk hidup, … mengambil apa yang tidak diberikan, … dan tidak hidup selibat; aku akan hidup selibat.” Cunda, seseorang seharusnya mencondongkan pikiran seperti ini: “Orang lain mungkin dikuasai oleh ketamakan, … sifat suka berselisih, … kelambanan dan ketumpulan, … kegelisahan, … kesombongan, … dan keragu-raguan; aku tidak akan dikuasai oleh keragu-raguan.” Cunda, seseorang seharusnya mencondongkan pikiran seperti ini: “Orang lain mungkin dibelenggu oleh permusuhan, … sanjungan, … tipu daya, … tidak memiliki rasa malu dan takut; aku akan memiliki rasa malu dan takut.”

‘Cunda, seseorang seharusnya mencondongkan pikiran seperti ini: “Orang lain mungkin memiliki keangkuhan; aku tidak akan memiliki keangkuhan.” Cunda, seseorang seharusnya mencondongkan pikiran seperti ini: “Orang lain mungkin memiliki kebanggaan yang berlebihan; aku tidak akan memiliki kebanggaan yang berlebihan.” Cunda, seseorang seharusnya mencondongkan pikiran seperti ini: “Orang lain mungkin sedikit belajar; aku akan banyak belajar.” Cunda, seseorang seharusnya mencondongkan pikiran seperti ini: “Orang lain mungkin tidak merenungkan kondisi-kondisi bermanfaat; aku akan merenungkan kondisi-kondisi bermanfaat.”

‘Cunda, seseorang seharusnya mencondongkan pikiran seperti ini: “Orang lain mungkin terlibat dalam perilaku jahat yang bertentangan dengan Dharma; aku akan terlibat dalam perilaku luhur yang sesuai dengan Dharma.” Cunda, seseorang seharusnya mencondongkan pikiran seperti ini: “Orang lain mungkin terlibat dalam ucapan salah, … ucapan yang memecah belah, … ucapan kasar, … ucapan omong kosong, … perbuatan jahat; aku tidak akan terlibat dalam perbuatan jahat.” Cunda, seseorang seharusnya mencondongkan pikiran seperti ini: “Orang lain mungkin tidak memiliki keyakinan, … lalai, … tidak memiliki perhatian penuh, … tidak memiliki konsentrasi, … dan memiliki kebijaksanaan yang cacat; aku tidak akan memiliki kebijaksanaan yang cacat.”

‘Cunda, seperti halnya jalan yang salah memiliki jalan yang benar sebagai lawannya, dan seperti halnya penyeberangan sungai yang tidak rata memiliki penyeberangan sungai yang rata sebagai lawannya, dengan cara yang sama, Cunda, keinginan jahat memiliki ketiadaan keinginan jahat sebagai lawannya. Kehendak menyakiti dan kemarahan memiliki ketiadaan kehendak menyakiti dan kemarahan sebagai lawannya.

‘Membunuh makhluk hidup, … mengambil apa yang tidak diberika, … tidak hidup selibat memiliki hidup selibat sebagai lawannya. Ketamakan, … sifat suka berselisih, … kelambanan dan ketumpulan, … kegelisahan, … kesombongan, … keragu-raguan memiliki ketiadaan keragu-raguan sebagai lawannya. Belenggu permusuhan, … sanjungan, … tipu daya, … ketiadaan rasa malu dan takut memiliki adanya rasa malu dan takut sebagai lawannya.

‘Keangkuhan memiliki ketiadaan keangkuhan sebagai lawannya. Kebanggaan yang berlebihan memiliki ketiadaan kebanggaan yang berlebihan sebagai lawannya. Sedikit pembelajaran memiliki banyak pembelajaran sebagai lawannya. Tidak merenungkan kondisi-kondisi bermanfaat memiliki merenungkan kondisi-kondisi bermanfaat sebagai lawannya.

‘Perilaku jahat yang bertentangan dengan Dharma memiliki perilaku luhur yang sesuai dengan Dharma sebagai lawannya. Ucapan salah, … ucapan yang memecah belah, … ucapan kasar, … ucapan omong kosong, … dan perbuatan jahat memiliki menghindari perbuatan jahat sebagai lawannya. Tidak memiliki keyakinan, … lalai, … tidak memiliki perhatian penuh, … tidak memiliki konsentrasi, … memiliki kebijaksanaan yang cacat memiliki kebijaksanaan yang bermanfaat sebagai lawannya.

‘Cunda, terdapat keadaan-keadaan gelap yang menghasilkan akibat-akibat gelap dan mengarah ke bawah menuju alam-alam kehidupan yang buruk; dan terdapat keadaan-keadaan cerah yang menghasilkan akibat-akibat cerah dan mengarah ke atas. Demikianlah, Cunda, seseorang yang berkecenderungan pada keinginan jahat diarahkan ke atas oleh ketiadaan keinginan jahat. Seseorang yang berkecenderungan pada kehendak menyakiti dan kemarahan diarahkan ke atas oleh ketiadaan kehendak menyakiti dan kemarahan.

‘Seseorang yang berkecenderungan untuk membunuh makhluk hidup, … mengambil apa yang tidak diberikan, … tidak hidup selibat diarahkan ke atas oleh hidup selibat. Seseorang yang berkecenderungan pada ketamakan, … sifat suka berselisih, … kelambanan dan ketumpulan, … kegelisahan, … kesombongan, … keragu-raguan diarahkan ke atas oleh ketiadaan keragu-raguan. Seseorang yang berkecenderungan pada belenggu permusuhan, … pada sanjungan, … pada tipu daya, … pada ketiadaan rasa malu dan takut diarahkan ke atas oleh adanya rasa malu dan takut.

‘Seseorang yang berkecenderungan pada keangkuhan diarahkan ke atas oleh ketiadaan keangkuhan. Seseorang yang berkecenderungan pada kebanggaan yang berlebihan diarahkan ke atas oleh ketiadaan kebanggaan yang berlebihan. Seseorang dengan sedikit pembelajaran diarahkan ke atas oleh banyak pembelajaran. Seseorang yang berkecenderungan tidak merenungkan kondisi-kondisi bermanfaat diarahkan ke atas oleh perenungan kondisi-kondisi bermanfaat.

‘Seseorang yang berkecenderungan pada perilaku jahat yang bertentangan dengan Dharma diarahkan ke atas oleh perilaku luhur yang sesuai dengan Dharma. Seseorang yang berkecenderungan pada ucapan salah, … ucapan yang memecah belah, … ucapan kasar, … ucapan omong kosong, … perbuatan jahat diarahkan ke atas oleh penghindaran diri dari perbuatan jahat. Seseorang yang tidak memiliki keyakinan, … lalai, … tidak memiliki perhatian penuh, … tidak memiliki konsentrasi, … memiliki kebijaksanaan yang cacat diarahkan ke atas oleh kebijaksanaan yang bermanfaat.

‘Cunda, jika seseorang tidak menjinakkan dirinya sendiri, adalah tidak mungkin untuk menjinakkan orang lain yang tidak jinak. Jika seseorang yang ia sendiri tenggelam, adalah tidak mungkin untuk menyelamatkan orang lain yang tenggelam. Jika seseorang belum memadamkan kekotoran-kekotorannya sendiri, adalah tidak mungkin untuk menyebabkan orang lain yang belum memadamkan kekotoran-kekotoran untuk memadamkannya.

‘Cunda, jika seseorang menjinakkan dirinya sendiri, adalah mungkin untuk menjinakkan orang lain yang tidak jinak. Jika seseorang yang ia sendiri tidak tenggelam, adalah mungkin untuk menyelamatkan orang lain yang tenggelam. Jika seseorang telah memadamkan kekotoran-kekotorannya sendiri, adalah mungkin untuk menyebabkan orang lain yang belum memadamkan kekotoran-kekotoran untuk memadamkannya.

‘Dengan cara ini, Cunda, seseorang yang berkecenderungan pada keinginan jahat dapat memadamkannya melalui ketiadaan keinginan jahat. Seseorang yang berkecenderungan pada kehendak menyakiti dan kemarahan dapat memadamkannya melalui ketiadaan kehendak menyakiti dan kemarahan.

‘Seseorang yang berkecenderungan untuk membunuh makhluk hidup, … mengambil apa yang tidak diberikan, … tidak hidup selibat dapat memadamkannya melalui hidup selibat. Seseorang yang berkecenderungan pada ketamakan, … sifat suka berselisih, … kelambanan dan ketumpulan, … kegelisahan, … kesombongan, … keragu-raguan dapat memadamkannya melalui ketiadaan keragu-raguan. Seseorang yang berkecenderungan pada belenggu permusuhan, … pada sanjungan, … pada tipu daya, … pada ketiadaan rasa malu dan takut dapat memadamkannya melalui memiliki rasa malu dan takut.

‘Seseorang yang berkecenderungan pada keangkuhan dapat memadamkannya melalui tanpa keangkuhan. Seseorang yang berkecenderungan pada kebanggaan yang berlebihan dapat memadamkannya melalui tanpa kebanggaan yang berlebihan. Seseorang dengan sedikit pembelajaran dapat memadamkannya melalui banyak pembelajaran. Seseorang yang berkecenderungan tidak merenungkan kondisi-kondisi bermanfaat dapat memadamkannya melalui merenungkan kondisi-kondisi bermanfaat.

‘Seseorang yang berkecenderungan pada perilaku jahat yang bertentangan dengan Dharma dapat memadamkannya melalui perilaku luhur yang sesuai dengan Dharma. Seseorang yang berkecenderungan pada ucapan salah, … ucapan yang memecah belah, … ucapan kasar, … ucapan omong kosong, … perbuatan jahat dapat memadamkannya melalui menghindari diri dari perbuatan jahat. Seseorang yang tidak memiliki keyakinan, … lalai, … tidak memiliki perhatian penuh, … tidak memiliki konsentrasi, … memiliki kebijaksanaan yang cacat dapat memadamkannya melalui memiliki kebijaksanaan yang bermanfaat.

‘Dengan cara ini, Cunda, aku telah mengajarkan kepadamu jalan penghapusan. Aku telah mengajarkan kepadamu jalan mencondongkan pikiran. Aku telah mengajarkan kepadamu jalan yang berlawanan. Aku telah mengajarkan kepadamu jalan yang mengarah ke atas. Aku telah mengajarkan kepadamu jalan menuju pemadaman.

‘Apa yang seharusnya dilakukan seorang guru untuk para siswanya demi belas kasih agung, kebaikan, simpati, dan perhatian, dengan mencari manfaat dan kesejahteraan mereka, mencari keamanan dan kebahagiaan mereka – itu telah kulakukan sekarang. Kalian juga seharusnya melakukan tugas kalian. Pergilah dan duduk bermeditasi dan merenung di suatu tempat yang terpencil, di gunung, di dalam hutan, di bawah sebatang pohon, di tempat yang kosong dan tenang.

‘Janganlah lalai. Lakukanlah usaha yang tekun, agar kalian tidak menyesal kelak. Inilah instruksiku, inilah pengajaranku.’

Demikianlah yang diucapkan Sang Buddha. Setelah mendengar apa yang dikatakan Sang Buddha, Yang Mulia Mahācunda dan para bhikkhu lainnya bergembira dan menerimanya dengan hormat.

Komentar [0]