Demikianlah telah kudengar. Pada suatu ketika, ketika Sang Buddha baru saja mencapai pencerahan, beliau sedang berdiam di bawah sebatang pohon ajapāla-nigrodha di Uruvelā, di dekat tepi Sungai Neranjarā.
Pada waktu itu terdapat seorang brahmana praktisi pemurnian dengan mandi yang, ketika sedang berjalan-jalan di sore hari, mendekati Sang Buddha. Melihat brahmana praktisi pemurnian dengan mandi itu datang dari kejauhan, Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu sehubungan dengan brahmana itu:
‘Jika pikiran seseorang dikotori oleh salah satu dari dua puluh satu kekotoran, maka ia pasti akan pergi menuju alam yang buruk, terlahir di alam neraka. Apakah dua puluh satu kekotoran itu?
‘Pandangan salah adalah suatu kekotoran batin; keinginan yang bertentangan dengan Dharma adalah suatu kekotoran batin; ketamakan adalah suatu kekotoran batin; menganut ajaran salah adalah suatu kekotoran batin; keserakahan adalah suatu kekotoran batin; kemarahan adalah suatu kekotoran batin; kelambanan dan ketumpulan adalah suatu kekotoran batin; kegelisahan dan kekhawatiran adalah suatu kekotoran batin; keragu-raguan adalah suatu kekotoran batin; permusuhan adalah suatu kekotoran batin; sifat tidak komunikatif adalah suatu kekotoran batin; kekikiran adalah suatu kekotoran batin; keirihatian adalah suatu kekotoran batin; tipu daya adalah suatu kekotoran batin; sanjungan adalah suatu kekotoran batin; tidak memiliki rasa malu adalah suatu kekotoran batin; tidak memiliki rasa takut adalah suatu kekotoran batin; keangkuhan adalah suatu kekotoran batin; kebanggaan yang berlebihan adalah suatu kekotoran batin; kesombongan adalah suatu kekotoran batin; kelalaian adalah suatu kekotoran batin. Jika pikiran seseorang terkotori oleh salah satu dari dua puluh satu kekotoran ini, maka ia pasti akan pergi menuju alam yang buruk, dengan terlahir di alam neraka.
‘Seumpamanya bahwa sehelai kain kotor dan bernoda diberikan kepada seorang tukang celup untuk diwarnai. Setelah menerimanya, tukang celup itu mencuci kain tersebut sepenuhnya dengan abu, kacang sabun, atau tanah liat untuk melenyapkan kotoran dan noda-noda darinya. Tetapi walaupun tukang celup itu mencuci kain tersebut sepenuhnya dengan abu, kacang sabun, atau tanah liat untuk membuatnya bersih, kain kotor itu masih tetap kotor dan bernoda.
‘Dengan cara yang sama, jika pikiran seseorang terkotori oleh salah satu dari dua puluh satu kekotoran, maka ia pasti akan pergi ke alam yang buruk, terlahir di alam neraka. Apakah dua puluh satu kekotoran itu? Pandangan salah adalah suatu kekotoran batin; keinginan yang bertentangan dengan Dharma adalah suatu kekotoran batin; ketamakan adalah suatu kekotoran batin; menganut ajaran salah adalah suatu kekotoran batin; keserakahan adalah suatu kekotoran batin; kemarahan adalah suatu kekotoran batin; kelambanan dan ketumpulan adalah suatu kekotoran batin; kegelisahan dan kekhawatiran adalah suatu kekotoran batin; keragu-raguan adalah suatu kekotoran batin; permusuhan adalah suatu kekotoran batin; sifat tidak komunikatif adalah suatu kekotoran batin; kekikiran adalah suatu kekotoran batin; keirihatian adalah suatu kekotoran batin; tipu daya adalah suatu kekotoran batin; sanjungan adalah suatu kekotoran batin; tidak memiliki rasa malu adalah suatu kekotoran batin; tidak memiliki rasa takut adalah suatu kekotoran batin; keangkuhan adalah suatu kekotoran batin; kebanggaan yang berlebihan adalah suatu kekotoran batin; kesombongan adalah suatu kekotoran batin; kelalaian adalah suatu kekotoran batin. Jika pikiran seseorang terkotori oleh salah satu dari dua puluh satu kekotoran ini, maka ia pasti akan pergi menuju alam yang buruk, terlahir di alam neraka.
‘Jika pikiran seseorang tidak terkotori oleh salah satu dari dua puluh satu kekotoran, maka ia pasti akan pergi menuju alam yang baik, terlahir di alam surga. Apakah dua puluh satu kekotoran itu? Pandangan salah adalah suatu kekotoran batin; keinginan yang bertentangan dengan Dharma adalah suatu kekotoran batin; ketamakan adalah suatu kekotoran batin; menganut ajaran salah adalah suatu kekotoran batin; keserakahan adalah suatu kekotoran batin; kemarahan adalah suatu kekotoran batin; kelambanan dan ketumpulan adalah suatu kekotoran batin; kegelisahan dan kekhawatiran adalah suatu kekotoran batin; keragu-raguan adalah suatu kekotoran batin; permusuhan adalah suatu kekotoran batin; sifat tidak komunikatif adalah suatu kekotoran batin; kekikiran adalah suatu kekotoran batin; keirihatian adalah suatu kekotoran batin; tipu daya adalah suatu kekotoran batin; sanjungan adalah suatu kekotoran batin; tidak memiliki rasa malu adalah suatu kekotoran batin; tidak memiliki rasa takut adalah suatu kekotoran batin; keangkuhan adalah suatu kekotoran batin; kebanggaan yang berlebihan adalah suatu kekotoran batin; kesombongan adalah suatu kekotoran batin; kelalaian adalah suatu kekotoran batin. Jika pikiran seseorang tidak terkotori oleh salah satu dari dua puluh satu kekotoran ini, maka ia pasti akan pergi menuju alam yang baik, terlahir di alam surga.
‘Seumpamanya bahwa sehelai kain putih Benares yang bersih diberikan kepada seorang tukang celup untuk diwarnai. Setelah menerimanya, tukang celup itu mencuci kain tersebut sepenuhnya dengan abu, kacang sabun, atau tanah liat untuk membersihkannya. Ketika tukang cuci itu sepenuhnya mencuci kain putih Benares yang bersih ini dengan abu, kacang sabun, atau tanah liat untuk membersihkannya, kain putih Benares yang bersih ini yang sudah bersih menjadi lebih bersih lagi.
‘Dengan cara yang sama, jika pikiran seseorang tidak terkotori oleh salah satu dari dua puluh satu kekotoran, maka ia pasti akan pergi menuju alam yang baik, terlahir di alam surga. Apakah dua puluh satu kekotoran itu? Pandangan salah adalah suatu kekotoran batin; keinginan yang bertentangan dengan Dharma adalah suatu kekotoran batin; ketamakan adalah suatu kekotoran batin; menganut ajaran salah adalah suatu kekotoran batin; keserakahan adalah suatu kekotoran batin; kemarahan adalah suatu kekotoran batin; kelambanan dan ketumpulan adalah suatu kekotoran batin; kegelisahan dan kekhawatiran adalah suatu kekotoran batin; keragu-raguan adalah suatu kekotoran batin; permusuhan adalah suatu kekotoran batin; sifat tidak komunikatif adalah suatu kekotoran batin; kekikiran adalah suatu kekotoran batin; keirihatian adalah suatu kekotoran batin; tipu daya adalah suatu kekotoran batin; sanjungan adalah suatu kekotoran batin; tidak memiliki rasa malu adalah suatu kekotoran batin; tidak memiliki rasa takut adalah suatu kekotoran batin; keangkuhan adalah suatu kekotoran batin; kebanggaan yang berlebihan adalah suatu kekotoran batin; kesombongan adalah suatu kekotoran batin; kelalaian adalah suatu kekotoran batin. Jika pikiran seseorang tidak terkotori oleh salah satu dari dua puluh satu kekotoran ini, ia pasti akan pergi menuju alam yang baik, terlahir di alam surga.
‘Jika seseorang mengetahui pandangan salah adalah suatu kekotoran batin, maka, setelah mengetahui hal ini, ia seharusnya meninggalkannya. Dengan cara yang sama, jika seseorang mengetahui keinginan yang bertentangan dengan Dharma adalah suatu kekotoran batin, … ketamakan adalah suatu kekotoran batin, … menganut ajaran salah adalah suatu kekotoran batin, … keserakahan adalah suatu kekotoran batin, … kemarahan adalah suatu kekotoran batin, … kelambanan dan ketumpulan adalah suatu kekotoran batin, … kegelisahan dan kekhawatiran adalah suatu kekotoran batin, … keragu-raguan adalah suatu kekotoran batin, … permusuhan adalah suatu kekotoran batin, … sifat tidak komunikatif adalah suatu kekotoran batin, … kekikiran adalah suatu kekotoran batin, … keirihatian adalah suatu kekotoran batin, … tipu daya adalah suatu kekotoran batin, … sanjungan adalah suatu kekotoran batin, … tidak memiliki rasa malu adalah suatu kekotoran batin, … tidak memiliki rasa takut adalah suatu kekotoran batin, … keangkuhan adalah suatu kekotoran batin, … kebanggaan yang berlebihan adalah suatu kekotoran batin, … kesombongan adalah suatu kekotoran batin, … kelalaian adalah suatu kekotoran batin, maka, setelah mengetahui hal ini, ia seharusnya meninggalkannya.
‘Ia memenuhi pikiran dengan cinta kasih, secara batin meliputi satu arah dengan cinta kasih, seperti juga arah kedua, ketiga, dan keempat, empat arah di antaranya, dan juga atas dan bawah, semua di sekelilingnya, di mana pun. Dengan pikiran yang dipenuhi cinta kasih, bebas dari belenggu-belenggu atau kebencian, tanpa permusuhan atau perselisihan, ia berdiam setelah meliputi seluruh dunia dengan pikiran yang tidak terbatas, luhur, tak terukur, dan berkembang dengan baik. Dengan cara yang sama, ia memenuhi pikiran dengan belas kasih, … dengan kegembiraan empatik, … dengan keseimbangan, bebas dari belenggu-belenggu atau kebencian, tanpa permusuhan atau perselisihan; ia berdiam setelah meliputi seluruh dunia dengan pikiran yang telah menjadi tidak terbatas, luhur, tak terukur, dan berkembang dengan baik.
‘Brahmana, ini adalah apa yang disebut mandi pikiran secara internal alih-alih mandi jasmani secara eksternal.’
Kemudian brahmana itu berkata kepada Sang Bhagavā, “Gotama, engkau seharusnya pergi ke Sungai Bāhukā untuk mandi.”
Sang Bhagavā bertanya, “Brahmana, apakah yang orang-orang peroleh dari mandi di Sungai Bāhukā?”
Brahmana itu menjawab:
‘Gotama, mandi di Sungai Bāhukā adalah tanda pemurnian religius di dunia, tanda pembebasan, tanda jasa kebajikan. Gotama, seseorang yang mandi di Sunga Bāhukā dengan demikian dimurnikan dan melenyapkan semua kejahatan.’
Sang Bhagavā kemudian mengucapkan syair kepada brahmana itu:
‘Brahmana Sundarika,
Memasuki Sungai Bāhukā
Adalah suatu rekreasi umum orang-orang bodoh,
Yang tidak dapat memurnikan perbuatan-perbuatan gelap.‘Sundarika, apakah gunanya pergi ke mata air?
Apakah manfaatnya Sungai Bāhukā?
Jika seseorang melakukan perbuatan-perbuatan tidak bermanfaat,
Kebaikan apakah yang dilakukan air bersih kepadanya?‘Seseorang yang murni tidak memiliki noda-noda dan kekotoran;
Seseorang yang murni selalu mengatakan tentang moralitas.
Perbuatan cemerlang dan bersih seseorang yang murni
Selalu membawa pada perilaku yang murni.‘Jika engkau tidak membunuh makhluk-makhluk hidup,
Selalu menghindari diri dari mengambil apa yang tidak diberikan,
Mengatakan kebenaran, tidak berkata bohong,
Selalu memiliki perhatian benar dan pemahaman benar,
Maka, brahmana, berlatih dengan cara ini,
Semua makhluk hidup dalam kedamaian.‘Brahmana, mengapa pulang ke rumah untuk mandi?
Mata air di rumah tidak memurnikan siapa pun.
Brahmana, engkau seharusnya berlatih
Dalam pemurnian melalui ajaran-ajaran bermanfaat.
Apa perlunya engkau dari air yang rendah,
Yang hanya melenyapkan kotoran jasmani?’
Brahmana itu berkata kepada Sang Buddha, “Aku juga berpikir dengan cara ini. Aku akan memurnikan diriku melalui ajaran-ajaran bermanfaat. Apa perlunya diriku dari air yang rendah?”
Mendengar apa yang diajarkan Sang Buddha, brahmana itu sangat bergembira dalam pikiran. Ia memberikan penghormatan pada kaki Sang Buddha, dan mengambil perlindungan kepada Buddha, Dharma, dan Sangha. Brahmana itu berkata:
‘Sang Bhagavā, aku telah memahami. Sang Sugata, aku telah mengerti. Aku sekarang secara pribadi mengambil perlindungan kepada Buddha, Dharma, dan Sangha. Semoga Sang Bhagavā menerimaku sebagai umat awam pria sejak hari ini sampai akhir kehidupan. Aku secara pribadi mengambil perlindungan sepanjang hidupku.’
Demikianlah yang diucapkan Sang Buddha. Setelah mendengar apa yang dikatakan Sang Buddha, brahmana Sundarika yang menjalankan pemurnian melalui mandi dan para bhikkhu bergembira dan menerimanya dengan hormat.
Komentar [0]