Memuat

Terjemahan [4]

Aturan Latihan tentang Setelah Matahari Terbenam

Kisah Asal-mula

Pada suatu hari ketika Sang Buddha sedang menetap di Sāvatthī di Vihara Anāthapiṇḍika, para bhikkhu senior bergiliran memberikan instruksi kepada para bhikkhunī. Kemudian, pada suatu hari, saat itu adalah giliran Yang Mulia Cūḷapanthaka. Para bhikkhunī berkata, “Instruksi hari ini tidak akan efektif. Yang Mulia Cūḷapanthaka hanya akan mengulang-ulang hal yang sama.”

Segera setelah itu para bhikkhunī itu mendatangi Cūḷapanthaka, bersujud, dan duduk. Kemudian Cūḷapanthaka berkata kepada mereka, “Apakah kalian semua ada di sini, Saudari?”

“Kami semua ada di sini, Yang Mulia.”

“Apakah kalian menjalankan delapan prinsip penting?”

“Ya.”

Setelah mengatakan, “Ini adalah instruksinya,” ia mengucapkan seruan sepenuh hati yang sama berulang-ulang:

“Pada seorang yang waspada yang memiliki pikiran yang lebih tinggi,
Pada sang bijaksana yang sedang berlatih pada jalan menuju kebijaksanaan—
Tidak ada kesedihan pada seorang demikian,
Seorang yang damai, yang selalu penuh perhatian.”

Dan para bhikkhunī berkata, “Tidakkah kita mengatakan bahwa instruksinya tidak akan efektif, Yang Mulia Cūḷapanthaka hanya akan mengulangi hal yang sama berulang-ulang?” Cūlapanthaka mendengar percakapan antara para bhikkhunī itu. Kemudian ia melayang ke angkasa, berjalan mondar-mandir di angkasa, dan ia berdiri, duduk, dan berbaring di atas sana. Ia memancarkan asap dan api, dan ia menghilang, semuanya smbil mengucapkan seruan sepenuh hati yang sama dan banyak sabda-sabda Sang Buddha lainnya. Para bhikkhunī berkata,” Sungguh mengagumkan dan menakjubkan! Tidak ada instruksi sebelumnya yang seefektif yang dari Yang mulia Cūḷapanthaka ini!” dan Cūḷapanthaka melanjutkan memberikan instruksi kepada para bhikkhunī itu hingga larut malam dan kemudian membubarkan mereka, dengan berkata, “Pergilah, Saudari.”

Tetapi karena gerbang menuju pemukiman telah ditutup, maka para bhikkhunī itu melewatkan malam itu di luar dan baru masuk pada keesokan paginya. Orang-orang mengeluhkan dan mengkritik mereka, “Para bhikkhunī itu tidak selibat. Mereka melewatkan malam hari di vihara bersama dengan para bhikkhu dan baru sekarang mereka memasuki pemukiman.”

Para bhikkhu mendengar keluhan orang-orang itu, dan para bhikkhu yang memiliki sedikit keinginan mengeluhkan dan mengkritik Cūḷapanthaka, “Bagaimana mungkin Yang Mulia Cūḷapanthaka memberikan instruksi kepada para bhikkhunī setelah matahari terbenam?” … “Benarkah, Cūḷapanthaka, bahwa engkau melakukan hal ini?”

“Benar, Yang Mulia.”

Sang Buddha menegurnya … “Cūḷapanthaka, bagaimana mungkin engkau melakukan hal ini? Hal ini akan mempengaruhi keyakinan orang-orang …” … “Dan, para bhikkhu, aturan latihan ini harus dibacakan sebagai berikut:

Aturan akhir

‘Bahkan jika ia telah ditunjuk, jika seorang bhikkhu memberikan instruksi kepada para bhikkhu setelah matahari terbenam, maka ia melakukan pelanggaran yang mengharuskan penebusan.’”

Definisi

Telah ditunjuk:

Telah ditunjuk melalui prosedur hukum yang terdiri dari satu usul dan tiga pengumuman.

Setelah matahari terbenam:

Setelah matahari tenggelam.

Para bhikkhunī:

Mereka telah diberikan penahbisan penuh oleh kedua Sangha.

Memberikan instruksi:

Jika ia memberikan instruksi dalam delapan prinsip penting atau ia membabarkan ajaran lainnya, maka ia melakukan pelanggaran yang mengharuskan penebusan.

Permutasi

Jika matahari telah terbenam, dan ia menyadarinya sebagai telah terbenam, dan ia memberikan instruksi kepada para bhikkhunī, maka ia melakukan pelanggaran yang mengharuskan penebusan. Jika matahari telah terbenam, tetapi ia tidak dapat memastikannya, dan ia memberikan instruksi kepada para bhikkhunī, maka ia melakukan pelanggaran yang mengharuskan penebusan. Jika matahari telah terbenam, tetapi ia menyadarinya sebagai belum terbenam, dan ia memberikan instruksi kepada para bhikkhunī, maka ia melakukan pelanggaran yang mengharuskan penebusan.

Jika ia memberikan instruksi kepada seorang bhikkhunī yang sepenuhnya ditahbiskan hanya pada satu sisi, maka ia melakukan pelanggaran perbuatan salah. Jika matahari belum terbenam, tetapi ia menyadarinya sebagai sudah terbenam, maka ia melakukan pelanggaran perbuatan salah. Jika matahari belum terbenam, tetapi ia tidak dapat memastikannya, maka ia melakukan pelanggaran perbuatan salah. Jika matahari belum terbenam, dan ia menyadarinya sebagai belum terbenam, maka tidak ada pelanggaran.

Tidak ada pelanggaran

Tidak ada pelanggaran: Jika ia membacakan; jika ia menguji mereka; jika ia membacakan ketika diminta untuk itu; jika ia mengajukan pertanyaan; jika ia menjawab ketika ditanya; jika ia berbicara demi manfaat bagi orang lain dan para bhikkhunī mendengarkan; jika itu adalah seorang bhikkhunī percobaan; jika itu adalah seorang sāmaṇerī; jika ia gila; jika ia adalah pelaku pertama.

Aturan latihan tentang setelah matahari terbenam, yang kedua, selesai

Komentar [0]