Memuat

Terjemahan [4]

Aturan Latihan tentang Mengayunkan Lengan

Kisah Asal-mula

Pada suatu ketika Sang Buddha sedang menetap di Sāvatthī di Hutan Jeta, Vihara Anāthapiṇḍika. Pada saat itu para bhikkhu dari kelompok enam mengayunkan dan menggelantungkan lengan mereka sewaktu berjalan di area berpenghuni …

Aturan akhir

“‘Aku tidak akan mengayunkan lenganku sewaktu berjalan di area berpenghuni,’ ini adalah bagaimana kalian harus berlatih.”

Seseorang tidak boleh mengayunkan lengannya sewaktu berjalan di area berpenghuni; ia harus berjalan dengan lengannya kokoh. Jika seorang bhikkhu, karena tidak hormat, mengayunkan dan menggelantungkan lengannya sewaktu berjalan di area berpenghuni, maka ia melakukan pelanggaran perbuatan salah.

Tidak ada pelanggaran

Tidak ada pelanggaran: Jika itu tidak disengaja; jika ia tidak sadar; jika ia tidak mengetahui; jika ia sakit; jika ada bahaya; jika ia gila; jika ia adalah pelaku pertama.

Aturan latihan ketujuh selesai

Komentar [0]