Terjemahan [19]
English
- Bhikkhu Bodhi (2000)
- Bhikkhu Sujato
繁體字
- 莊春江
日本語
- 関西パーリ語実習会 (2023)
Deutsch
- Nyanaponika Thera (1967)
- Sabbamitta (2019)
Español
- Anton P. Baron (2011)
Português
- Michael Beisert (2004)
Русский
- SV theravada.ru (2014)
Norsk
- Kåre A. Lie (2017)
Magyar
- Bartha Rita (2009)
Slovenščina
- Ajahn Hiriko
বাংলা
- ইন্দ্রগুপ্ত ভিক্ষু, সুমন ভিক্ষু, আদিকল্যাণ ভিক্ষু, সীবক ভিক্ষু, রাহুল ভিক্ষু (2018)
Việt Ngữ
- Thích Minh Châu
Bahasa Indonesia
- Indra Anggara
සිංහල
- A.P. de Zoysa
ပြန်သွားရန်
- Pitaka Myanmar Translation
ภาษาไทย
- Siam Rath
पाळिभासा (Pāli)
- Mahāsaṅgīti Tipiṭaka
Referensi
- Sutta Central
Ketidak-kekalan (1)
Di Sāvatthī. “Para bhikkhu, bentuk adalah tidak kekal. Apa yang tidak kekal adalah penderitaan. Apa yang merupakan penderitaan adalah bukan-diri. Apa yang bukan-diri harus dilihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar sebagai berikut: ‘Ini bukan milikku, ini bukan aku, ini bukan diriku.’ Ketika seseorang melihat ini sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar, maka batinnya menjadi bosan dan terbebaskan dari noda-noda melalui ketidak-melekatan.
“Perasaan adalah tidak kekal … Persepsi adalah tidak kekal … Bentukan-bentukan kehendak adalah tidak kekal … Kesadaran adalah tidak kekal. Apa yang tidak kekal adalah penderitaan. Apa yang merupakan penderitaan adalah bukan-diri. Apa yang bukan-diri harus dilihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar sebagai berikut: ‘Ini bukan milikku, ini bukan aku, ini bukan diriku.’ Ketika seseorang melihat ini sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar, maka batinnya menjadi bosan dan terbebaskan dari noda-noda melalui ketidak-melekatan.
“Jika, para bhikkhu, batin seorang bhikkhu telah menjadi bosan terhadap unsur bentuk, maka batinnya itu terbebaskan dari noda-noda melalui ketidak-melekatan. Jika batinnya telah menjadi bosan terhadap unsur perasaan … terhadap unsur persepsi … terhadap unsur bentukan-bentukan kehendak … terhadap unsur kesadaran, maka batinnya itu terbebaskan dari noda-noda melalui ketidak-melekatan.
“Dengan terbebaskan, batinnya menjadi kokoh; dengan menjadi kokoh, batinnya puas; dengan menjadi puas, ia tidak bergejolak. Dengan tidak bergejolak, ia mencapai Nibbāna. Ia memahami: ‘Kelahiran telah dihancurkan, kehidupan suci telah dijalani, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi penjelmaan dalam kondisi makhluk apa pun.’”
Terjemahan [19]
English
- Bhikkhu Bodhi (2000)
- Bhikkhu Sujato
繁體字
- 莊春江
日本語
- 関西パーリ語実習会 (2023)
Deutsch
- Nyanaponika Thera (1967)
- Sabbamitta (2019)
Español
- Anton P. Baron (2011)
Português
- Michael Beisert (2004)
Русский
- SV theravada.ru (2014)
Norsk
- Kåre A. Lie (2017)
Magyar
- Bartha Rita (2009)
Slovenščina
- Ajahn Hiriko
বাংলা
- ইন্দ্রগুপ্ত ভিক্ষু, সুমন ভিক্ষু, আদিকল্যাণ ভিক্ষু, সীবক ভিক্ষু, রাহুল ভিক্ষু (2018)
Việt Ngữ
- Thích Minh Châu
Bahasa Indonesia
- Indra Anggara
සිංහල
- A.P. de Zoysa
ပြန်သွားရန်
- Pitaka Myanmar Translation
ภาษาไทย
- Siam Rath
पाळिभासा (Pāli)
- Mahāsaṅgīti Tipiṭaka
Referensi
- Sutta Central
Ketidak-kekalan (1)
Komentar [0]