Memuat

Terjemahan [16]

Terbebani

Demikianlah yang kudengar. Pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang menetap di Rājagaha di Hutan Bambu, Taman Suaka Tupai. Di sana Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu sebagai berikut:

“Para bhikkhu, segalanya terbebani. Dan apakah, para bhikkhu, segalanya yang terbebani itu? Mata terbebani, bentuk-bentuk terbebani, kesadaran-mata terbebani, kontak-mata terbebani, dan perasaan apa pun yang muncul dengan kontak-mata sebagai kondisi—apakah menyenangkan atau menyakitkan atau bukan-menyakitkan-juga-bukan-menyenangkan—itu juga terbebani. Terbebani oleh apakah? Terbebani oleh kelahiran, penuaan, dan kematian; oleh dukacita, ratapan, kesakitan, ketidak-senangan, dan keputus-asaan, Aku katakan.

“Telinga terbebani … Pikiran terbebani … Terbebani oleh apakah? Terbebani oleh kelahiran … oleh keputus-asaan, Aku katakan.

“Melihat demikian … Ia memahami: ‘ … tidak ada lagi penjelmaan dalam kondisi makhluk apa pun.’”

Komentar [1]