Memuat

Terjemahan [15]

Nyanyian Piṅgiya untuk Jalan menuju ke Seberang

PIṄGIYA
“Aku akan membacakan Jalan menuju ke Seberang,” Yang Mulia Piṅgiya berkata—
Sebagaimana Beliau melihat demikianlah Beliau mengajarkan,
Beliau yang murni yang memiliki kebijaksanaan mendalam,
Bebas dari keinginan dan hutan (internal)—
Kebohongan—untuk alasan apakah Beliau mengucapkannya?

Maka sekarang aku akan melantunkan puji-pujian
Kata-kata itu yang indah mendalam,
Tentang Seorang yang telah meninggalkan noda-noda
Delusi, keangkuhan, kemunafikan.

Sang Maha-Melihat, Tercerahkan, Penghalau kegelapan,
Melampaui segala penjelmaan, pergi menuju akhir dunia,
Tanpa aliran-masuk tersisa, segala penyebab-dukkha dilepaskan,
Orang itu dengan benar disebut “brahmana”: kepadanya aku melayani.

Bagaikan burung yang meninggalkan semak belukar,
untuk menetap di hutan yang penuh buah-buahan,
Demikian pula aku meninggalkan mereka yang memiliki kebijaksanaan rendah,
Bagaikan angsa yang sampai di danau besar.

Mereka yang menjelaaskan kepadaku sebelum
Aku mendengar kata-kata Sang Buddha,
Yang mengatakan “demikianlah adanya”, “demikianlah akan terjadi” —
Semua itu hanyalah pengetahuan dari mulut ke mulut,
Semuanya menimbulkan lebih banyak perselisihan.

Penghalau kegelapan, duduk sendirian,
Yang terlahir baik, Beliau adalah pembuat Cahaya,
Gotama, memiliki kebijaksanaan mendalam,
Gotama, memiliki kecerdasan tinggi—

Dharma yang Beliau tunjukkan kepadaku,
Yang dapat terlihat di sini dan saat ini,
Sama sekali tidak terbatas oleh waktu,
Ketagihan padam, kesulitan berakhir,
Yang tidak ada yang mampu menandinginya.

BRAHMANA
Bagaimanakah engkau dapat hidup terpisah dari Beliau,
Bahkan selama satu menit, Piṅgiya?
Gotama yang memiliki kebijaksanaan mendalam,
Gotama yang memiliki kecerdasan mendalam.

Yang menunjukkan Dhamma kepadamu,
Yang terlihat dalam kehidupan ini,
Akhir ketagihan, bebas dari kesusahan,
Yang tidak ada yang mampu menandinginya.

PIṄGIYA
Aku tidak pernah terpisah dari Beliau,
Bahkan selama satu menit, Brahmana
Gotama yang memiliki kebijaksanaan mendalam,
Gotama yang memiliki kecerdasan mendalam.

Yang menunjukkan Dhamma kepadaku,
Yang terlihat dalam kehidupan ini,
Akhir ketagihan, bebas dari kesusahan,
Yang tidak ada yang mampu menandinginya.

Aku melihatnya melalui mata batinku, Brahmana,
Dengan tekun malam dan siang;
Aku melewatkan malam dengan menghormati Beliau,
Maka aku pikir aku tidak pernah terpisah dari Beliau.

Pikiran keyakinan dan sukacita, perhatian,
Dari ajaran Gotama tidak pernah pergi,
Karena kepada siapapun Sang Bijaksana Mendalam pergi,
Ke arah itu juga aku bersujud.

Aku sudah tua, kekuatanku telah hilang,
Maka tubuhku tidak mampu membawaku ke sana.
Tetapi pikiranku selalu pergi ke sana,
Karena batinku, brahmana, setia padaNya.

Aku berbaring menggelepar di dalam lumpur,
Berenang dari pulau ke pulau,
Kemudian aku melihat Sang Buddha yang tercerahkan,
Yang telah menyeberangi banjir, bebas dari aliran-masuk.

BUDDHA
Seperti halnya Vakkali memiliki keyakinan pasti,
Bhadrāvudha, dan Āḷavigotama, juga,
Demikian pula, engkau harus memiliki keyakinan pasti,
Dan, Piṅgiya, engkau akan pergi ke pantai seberang dari kematian.

PIṄGIYA
Demikianlah inspirasiku tumbuh semakin tinggi,
Mendengar suara Sang Petapa;
Sang Buddha, yang menyingkap selubung dunia,
Tanpa kekerasan hati, dengan ucapan yang menginspirasi,

Mengetahui apa yang melampaui para dewa,
Mengetahui semuanya, baik tinggi ataupun rendah,
Sang Guru yang mengakhiri pertanyaan-pertanyaan
Dari mereka yang menyatakan keragu-raguan mereka.

Yang tidak tergerak, yang tidak goyah,
Yang tidak ada bandingannya:
Dengan pasti, aku akan pergi ke sana,
Aku tidak meragukan itu.
Engkau boleh mengingatku
Sebagai seorang yang telah memutuskan

Komentar [1]