Memuat

Terjemahan [20]

Ambapālī

Rambutku hitam bagaikan kumbang,
Anggun dengan ujung yang ikal;
Sekarang setelah tua, jadi seperti kulit rami—
Kata-kata dari sang pembabar kebenaran telah terkonfirmasi.

Bermahkotakan bunga-bunga,
Kepalaku harum bagaikan peti wewangian;
Sekarang setelah tua, jadi berbau bagaikan bulu anjing—
Kata-kata dari sang pembabar kebenaran telah terkonfirmasi.

Rambutku dulu tebal bagaikan hutan yang ditanam dengan baik,
Bersinar, dipisahkan oleh sisir dan penjepit rambut;
Sekarang setelah tua, menjadi jarang dan rontok—
Kata-kata dari sang pembabar kebenaran telah terkonfirmasi.

Dengan kepangan hitam dan pita emas,
Rambut itu dulu begitu indah, dihias dengan jalinan;
Sekarang setelah tua, kepalaku membotak—
Kata-kata dari sang pembabar kebenaran telah terkonfirmasi.

Alis mataku dulu tampak cantik,
Bagaikan bulan sabit yang dilukis oleh seorang pelukis;
Sekarang setelah tua, alis itu melengkung karena keriput—
Kata-kata dari sang pembabar kebenaran telah terkonfirmasi.

Mataku dulu bersinar bagai permata,
Besar dan biru tua;
Dirusak oleh penuaan, mata itu tidak lagi bersinar—
Kata-kata dari sang pembabar kebenaran telah terkonfirmasi.

Hidungku dulu seperti puncak yang sempurna,
Indah pada puncak kemudaanku;
Sekarang setelah tua, layu bagaikan cabai;
Kata-kata dari sang pembabar kebenaran r telah terkonfirmasi.

Daun telingaku dulu sangat cantik,
Bagaikan gelang yang dibentuk dengan indah;
Sekarang setelah tua, menjadi melengkung karena keriput—
Kata-kata dari sang pembabar kebenaran telah terkonfirmasi.

Gigiku dulu begitu indah,
Cerah bagaikan bunga melati;
Sekarang setelah tua, menjadi rusak dan menguning—
Kata-kata dari sang pembabar kebenaran telah terkonfirmasi.

Nyanyianku dulu merdu bagaikan kicauan burung
Yang mengembara di dalam hutan;
Sekarang setelah tua, menjadi gagap dan parau—
Kata-kata dari sang pembabar kebenaran telah terkonfirmasi.

Leherku dulu sangat indah,
Bagaikan kulit kerang yang digosok;
Sekarang setelah tua, menjadi bungkuk—
Kata-kata dari sang pembabar kebenaran telah terkonfirmasi.

Lenganku dulu sangat indah,
Bagaikan palang bundar;
Sekarang setelah tua, lengan itu melengkung bagaikan pohon bunga trompet—
Kata-kata dari sang pembabar kebenaran telah terkonfirmasi.

Tanganku dulu sangat indah,
Berhiaskan cincin emas yang indah;
Sekarang setelah tua, menjadi merah bagaikan buah bit—
Kata-kata dari sang pembabar kebenaran telah terkonfirmasi.

Payudaraku dulu sangat indah,
Menggembung, bulat, penuh, dan mendongak;
Sekarang terkulai bagaikan kantong air—
Kata-kata dari sang pembabar kebenaran telah terkonfirmasi.

Tubuhku dulu sangat indah,
Bagaikan lempeng emas yang digosok;
Sekarang tertutup oleh keriput halus—
Kata-kata dari sang pembabar kebenaran telah terkonfirmasi.

Kedua pahaku dulu sangat indah,
Bagaikan belalai gajah;
Sekarang setelah tua, menjadi seperti bambu—
Kata-kata dari sang pembabar kebenaran telah terkonfirmasi.

Betisku dulu sangat indah,
Berhiaskan gelang-gelang kaki yang manis;
Sekarang setelah tua, menjadi seperti batang wijen—
Kata-kata dari sang pembabar kebenaran telah terkonfirmasi.

Kedua kakiku dulu sangat indah,
Montok bagai diisi kapas;
Sekarang setelah tua, kaki itu pecah dan keriput—
Kata-kata dari sang pembabar kebenaran telah terkonfirmasi.

Kantong tulang-belulang ini pernah demikian,
Tetapi sekarang telah layu, rumah bagi begitu banyak penyakit;
Bagaikan rumah tua dengan plaster rontok—
Kata-kata dari sang pembabar kebenaran telah terkonfirmasi.

Komentar [2]