Kisah Asal-mula
Sub-kisah pertama
Pada suatu ketika Sang Buddha sedang menetap di aula beratap lancip di Hutan Besar di dekat Vesālī. Pada saat itu seorang bhikkhu yang hanya menggunakan benda-benda yang dibuang sedang menetap di sebuah tanah pemakaman. Ia tidak suka menerima benda-benda dari orang-orang. Sebaliknya ia akan mengambil apa pun yang dipersembahkan kepada orang-orang mati di tanah pemakaman, di bawah pepohonan, atau di ambang pintu, dan ia akan menggunakannya. Orang-orang mengeluhkan dan mengkritiknya, “Bagaimana mungkin bhikkhu ini mengambil persembahan-persembahan kepada para leluhur kami dan menggunakannya? Bhikkhu ini besar dan kuat. Seseorang bahkan akan mencurigainya memakan daging manusia!”
Para bhikkhu mendengar keluhan orang-orang itu, dan para bhikkhu yang memiliki sedikit keinginan mengeluhkan dan mengkritiknya, “Bagaimana mungkin bhikkhu ini memakan makanan yang belum diberikan?” … “Benarkah, bhikkhu, bahwa engkau melakukan hal ini?”
“Benar, Yang Mulia.”
Sang Buddha menegurnya … “Orang dungu, bagaimana mungkin engkau melakukan hal ini. Hal ini akan mempengaruhi keyakinan orang-orang …” … “Dan, para bhikkhu, aturan latihan ini harus dibacakan sebagai berikut:
Aturan awal
‘Jika seorang bhikkhu memakan makanan yang belum diberikan, maka ia melakukan pelanggaran yang mengharuskan penebusan.’”
Dengan cara inilah Sang Buddha menetapkan aturan latihan ini untuk para bhikkhu.
Sub-kisah kedua
Tidak lama kemudian para bhikkhu tidak menggunakan air atau pembersih gigi karena takut melakukan kesalahan. Mereka memberitahu Sang Buddha. Segera setelah itu Sang Buddha membabarkan ajaran dan berkata kepada para bhikkhu:
“Para bhikkhu, Aku memperbolehkan kalian memggunakan air dan pembersih gigi setelah mengambilnya sendiri.
Dan, para bhikkhu aturan latihan ini harus dibacakan sebagai berikut:
Aturan akhir
‘Jika seorang bhikkhu memakan makanan yang belum diberikan, kecuali air dan pembersih gigi, maka ia melakukan pelanggaran yang mengharuskan penebusan.’”
Definisi
Seorang:
Siapa pun
Bhikkhu:
… Seorang bhikkhu yang telah diberikan penahbisan penuh oleh Sangha yang sepakat melalui prosedur sah yang terdiri dari satu usul dan tiga pengumuman yang tidak dapat dibatalkan dan lengkap—bhikkhu jenis inilah yang dimaksudkan dalam kasus ini.
Yang belum diberikan:
Yang dimaksudkan adalah apa yang belum diterima -
Diberikan:
Sambil berdiri dalam jarak serentangan tangan seseorang memberikan melalui tubuh atau apa yang terhubung dengan tubuhnya atau dengan melepaskan, bhikkhu itu menerimanya melalui tubuh atau melalui apa yang terhubung dengan tubuhnya—ini disebut “diberikan”.
Makanan:
Apa pun yang dapat dimakan, selain daripada air dan pebersih gigi—ini disebut “makanan”.
Kecuali air dan pembersih gigi:
Selain daripada air dan pembersih gigi.
Jika ia mengambilnya dengan niat untuk memakannya, maka ia melakukan pelanggaran perbuatan salah. Untuk setiap suapannya, ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penebusan.
Permutasi
Jika benda itu belum diterima, dan ia tidak menyadarinya sebagai sudah diterima, dan ia memakannya, kecuali air dan pembersih gigi, maka ia melakukan pelanggaran yang mengharuskan penebusan. Jika benda itu belum diterima, tetapi ia tidak dapat memastikannya, dan ia memakannya, kecuali air dan pembersih gigi, maka ia melakukan pelanggaran yang mengharuskan penebusan. Jika benda itu belum diterima, tetapi ia menyadari dirinya sebagai sudah diterima, dan ia memakannya, kecuali air dan pembersih gigi, maka ia melakukan pelanggaran yang mengharuskan penebusan.
Jika benda itu sudah diterima, tetapi ia tidak menyadarinya sebagai sudah diterima, maka ia melakukan pelanggaran perbuatan salah. Jika benda itu sudah diterima, tetapi ia tidak dapat memastikannya, maka ia melakukan pelanggaran perbuatan salah. Jika benda itu sudah diterima, dan ia menyadarinyasebagai sudah diterima, maka tidak ada pelanggaran.
Tidak ada pelanggaran
Tidak ada pelanggaran: Jika benda itu adalah air atau pembersih gigi; jika, ketika ada alasan, tetapi tidak ada pelayan, maka ia sendiri mengambil empat makanan kotor dan memakannya; jika ia gila; jika ia adalah pelaku pertama.
Aturan latihan tentang pembersih gigi, yang kesepuluh, selesai
Sub-bab keempat tentang makanan selesai
Berikut ini adalah rangkumannya:
‘Dana makanan, kelompok, yang lain, kue-kue,
Dan dua disampaikan tentang undangan;
Pada waktu yang salah, menyimpan, susu,
Dan dengan pembersih gigi—semua ini adalah sepuluh.”
Komentar [0]