Memuat

Terjemahan [5]

Aturan Latihan Menggelitik

Kisah Asal-mula

Pada suatu hari ketika Sang Buddha sedang menetap di Sāvatthī di Vihara Anāthapiṇḍika, para bhikkhu dari kelompok enam menggelitik seorang bhikkhu dari kelompok tujuh belas untuk membuatnya tertawa. Karena tidak bisa bernapas, ia tewas.

Para bhikkhu yang memiliki sedikit keinginan mengeluhkan dan mengkritik mereka, “Bagaimana mungkin para bhikkhu dari kelompok enam menggelitik seorang bhikkhu untuk membuatnya tertawa?” … “Benarkah, para bhikkhu, bahwa kalian melakukan hal ini?”

“Benar, Yang Mulia.”

Sang Buddha menegur mereka … “Orang-orang dungu, bagaimana mungkin kalian melakukan hal ini? Hal ini akan mempengaruhi keyakinan orang-orang …” … “Dan, para bhikkhu, aturan latihan ini harus dibacakan sebagai berikut:

Aturan akhir

‘Jika seorang bhikkhu menggelitik seseorang, maka ia melakukan pelanggaran yang mengharuskan penebusan.’”

Definisi

Menggelitik orang lain:

Jika seorang yang sepenuhnya ditahbiskan menyentuh orang lain yang sepenuhnya ditahbiskan, tubuh dengan tubuh, dengan tujuan untuk membuatnya tertawa, maka ia melakukan pelanggaran yang mengharuskan penebusan.

Permutasi

Jika orang lainnya itu sepenuhnya ditahbiskan, dan ia menyadarinya sebagai sepenuhnya ditahbiskan, dan ia menggelitiknya untuk membuatnya tertawa, maka ia melakukan pelanggaran mengharuskan penebusan. Jika orang lainnya itu sepenuhnya ditahbiskan, tetapi ia tidak dapat memastikannya, dan ia menggelitiknya untuk membuatnya tertawa, maka ia melakukan pelanggaran mengharuskan penebusan. Jika orang lainnya itu sepenuhnya ditahbiskan, tetapi ia tidak menyadarinya sebagai sepenuhnya ditahbiskan, dan ia menggelitiknya untuk membuatnya tertawa, maka ia melakukan pelanggaran mengharuskan penebusan.

Jika, dengan tubuhnya sendiri, ia menyentuh apa yang terhubung dengan tubuh bhikkhu lain, maka ia melakukan pelanggaran perbuatan salah. Jika, dengan apa yang terhubung dengan tubuhnya sendiri, ia menyentuh tubuh bhikkhu lain, maka ia melakukan pelanggaran perbuatan salah. Jika, dengan apa yang terhubung dengan tubuhnya sendiri, ia menyentuh apa yang terhubung dengan tubuh bhikkhu lain, maka ia melakukan pelanggaran perbuatan salah.

Jika, dengan melepaskan sesuatu, ia menyentuh tubuh bhikkhu lain, maka ia melakukan pelanggaran perbuatan salah. Jika, dengan melepaskan sesuatu, ia menyentuh apa yang terhubung dengan tubuh bhikkhu lain, maka ia melakukan pelanggaran perbuatan salah. Jika, dengan melepaskan sesuatu, ia menyentuh apa yang dilepaskan oleh bhikkhu lain, maka ia melakukan pelanggaran perbuatan salah.

Jika, dengan tubuhnya sendiri, ia menyentuh tubuh seseorang yang tidak sepenuhnya ditahbiskan, maka ia melakukan pelanggaran perbuatan salah. Jika, dengan tubuhnya sendiri, ia menyentuh apa yang terhubung dengan tubuh seseorang yang tidak sepenuhnya ditahbiskan, maka ia melakukan pelanggaran perbuatan salah. Jika, dengan apa yang terhubung dengan tubuhnya, ia menyentuh tubuh seseorang yang tidak sepenuhnya ditahbiskan, maka ia melakukan pelanggaran perbuatan salah. Jika, dengan apa yang terhubung dengan tubuhnya, ia menyentuh apa yang terhubung dengan tubuh seorang yang tidak sepenuhnya ditabbiskan, maka ia melakukan pelanggaran perbuatan salah.

Jika, dengan melepaskan sesuatu, ia menyentuh tubuh seseorang yang tidak sepenuhnya ditahbiskan, maka ia melakukan pelanggaran perbuatan salah. Jika, dengan melepaskan sesuatu, ia menyentuh apa yang terhubung dengan tubuh seseorang yang tidak sepenuhnya ditahbiskan, maka ia melakukan pelanggaran perbuatan salah. Jika, dengan melepaskan sesuatu, ia menyentuh apa yang dilepaskan oleh seseorang yang tidak sepenuhnya ditahbiskan, maka ia melakukan pelanggaran perbuatan salah.

Jika orang lainnya itu tidak sepenuhnya ditahbiskan, tetapi ia menyadarinya sebagai sepenuhnya ditahbiskan, maka ia melakukan pelanggaran perbuatan salah. Jika orang lainnya itu tidak sepenuhnya ditahbiskan, tetapi ia tidak dapat memastikannya, maka ia melakukan pelanggaran mengharuskan perbuatan salah. Jika orang lainnya itu tidak sepenuhnya ditahbiskan, dan ia tidak menyadarinya sebagai sepenuhnya ditahbiskan, maka ia melakukan pelanggaran mengharuskan perbuatan salah.

Tidak ada pelanggaran

Tidak ada pelanggaran: Jika ia bertujuan untuk membuatnya tertawa; jika ia menyentuhnya ketika memang diperlukan; jika ia gila; jika ia adalah pelaku pertama.

Aturan latihan tentang menggelitik, yang kedua, selesai

Komentar [0]