Memuat

Terjemahan [5]

Aturan Latihan tentang Alas Duduk

Kisah Asal-mula

Sub-kisah pertama

Pada suatu hari ketika Sang Buddha sedang menetap di Sāvatthī di Vihara Anāthapiṇḍika, Beliau memperbolehkan alas duduk bagi para bhikkhu. Mengetahui hal ini, para bhikkhu dari kelompok enam menggunakan alas duduk dengan ukuran yang tidak semestinya. Alas-alas duduk itu menggantung dari tempat-tempat tidur dan dipan-dipan, baik di depan maupun di belakang.

Para bhikkhu yang memiliki sedikit keinginan mengeluhkan dan mengkritik para bhikkhu itu, “Bagaimana mungkin para bhikkhu dari kelompok enam menggunakan alas-alas duduk demikian?” … “Benarkah, para bhikkhu, bahwa kalian melakukan hal ini?”

“Benar, Yang Mulia.”

Sang Buddha menegur mereka … “Orang-orang dungu, bagaimana mungkin kalian melakukan hal ini? Hal ini akan mempengaruhi keyakinan orang-orang …” … “Dan, para bhikkhu, aturan latihan ini harus dibacakan sebagai berikut:

Aturan awal

‘Jika seorang bhikkhu membuat alas duduk, maka alas duduk itu harus dibuat dengan ukuran yang benar. Berikut ini adalah ukuran yang benar: dua jengkal normal panjangnya dan satu setengah jengkal lebarnya. Jika melebihi itu, maka itu harus dipotong, dan ia melakukan pelanggaran yang mengharuskan penebusan.’”

Dengan cara inilah Sang Buddha menetapkan aturan latihan ini untuk para bhikkhu.

Sub-kisah kedua

Pada waktu itu terdapat seorang bhikkhu berbadan besar bernama Yang Mulia Udāyī. Setelah meletakkan alas duduknya di depan Sang Buddha, ia meregangkannya pada semua sisi sebelum duduk. Sang Buddha bertanya kepadanya, “Udāyī, mengapakah engkau meregangkan alas duduk itu pada semua sisi, seolah-olah itu adalah selembar kulit tua?”

“Karena, Yang Mulia, alas duduk yang Engkau perbolehkan untuk para bhikkhu terlalu kecil.”

Segera setelah itu Sang Buddha membabarkan ajaran dan berkata kepada para bhikkhu: “Para bhikkhu, Aku memperbolehkan pinggiran satu jengkal untuk alas duduk.

Dan, para bhikkhu, aturan latihan ini harus dibacakan sebagai berikut:

Aturan akhir

‘Jika seorang bhikkhu membuat alas duduk, maka alas duduk itu harus dibuat dengan ukuran yang benar. Berikut ini adalah ukuran yang benar: dua jengkal normal panjangnya dan satu setengah jengkal lebarnya, dan pinggiran satu jengkal. Jika melebihi itu, maka itu harus dipotong, dan ia melakukan pelanggaran yang mengharuskan penebusan.’”

Definisi

Alas duduk:

Yang dimaksudkan adalah alas duduk dengan pinggiran.

Membuat:

Membuatnya sendiri atau menyuruh orang lain membuatkan, alas duduk itu harus dibuat dengan ukuran yang benar. Berikut ini adalah ukuran yang benar: dua jengkal normal panjangnya dan satu setengah jengkal lebarnya, dan pinggiran satu jengkal. Jika ia membuatnya, atau menyuruh orang lain membuatkan, yang melebihi itu, maka atas usaha itu terjadi tindakan perbuatan salah. Ketika ia mendapatkannya, itu harus dipotong, dan kemudian ia harus mengakui pelanggaran yang mengharuskan penebusan.

Permutasi

Jika ia menyelesaikan apa yang ia mulai sendiri, maka ia melakukan pelanggaran yang mengharuskan penebusan. jika ia menyuruh orang lain menyelesaikan apa yang ia mulai sendiri, maka ia melakukan pelanggaran yang mengharuskan penebusan. Jika ia menyelesaikan sendiri apa yang dimulai oleh orang lain, maka ia melakukan pelanggaran yang mengharuskan penebusan. Jika ia menyuruh orang lain menyelesaikan apa yang dimulai oleh orang lain. maka ia melakukan pelanggaran yang mengharuskan penebusan.

Jika ia membuat atau menyuruh orang lain membuat demi manfaat bagi orang lain, maka ia melakukan pelanggaran perbuatan salah. Jika ia mendapatkan yang dibuat oleh orang lain dan kemudian menggunakannya, maka ia melakukan pelanggaran perbuatan salah.

Tidak ada pelanggaran

Tidak ada pelanggaran: Jika ia membuatnya dengan ukuran yang benar; Jika ia membuatnya lebih kecil dari ukuran yang benar; Jika ia mendapatkan yang dibuat oleh orang lain yang melebihi ukuran yang benar dan kemudian memotongnya sebelum menggunakannya; jika ia membuat kanopi, penutup lantai, tirai kain, matras, atau bantal; jika ia gila; jika ia adalah pelaku pertama.

Aturan latihan tentang alas duduk, yang ketujuh, selesai

Komentar [0]