Kisah Asal-mula
Sub-kisah pertama
Pada suatu hari ketika Sang Buddha sedang menetap di Sāvatthī di Vihara Anāthapiṇḍika, Yang Mulia Udāyī sedang bergaul dan mengunjungi sejumlah keluarga di Sāvatthī.
Ketika Udāyī melihat seorang laki-laki muda tanpa istri atau seorang perempuan muda tanpa suami, ia akan memuji perempuan muda itu di hadapan orangtua si pemuda, “Gadis muda dari keluarga itu cantik, cerdas, terampil, dan rajin. Ia cocok untuk putramu.” Mereka akan menjawab, “Mereka tidak mengenal siapa kami, Yang Mulia. Jika engkau bersedia membujuk mereka untuk menyerahkan gadis itu, kami akan mengambilnya untuk putra kami.”
Dan ia memuji pemuda itu di hadapan orangtua si gadis, “Pemuda dari keluarga itu tampan, cerdas, terampil, dan rajin. Ia cocok untuk putrimu.” Mereka akan menjawab, “Mereka tidak mengenal siapa kami, Yang Mulia, dan kami akan malu untuk berbicara kepada mereka untuk anak gadis kami. Tetapi jika engkau bersedia membujuk mereka untuk meminta kepada kami, maka kami akan menyerahkan anak gadis kami kepada pemuda itu.” Dengan cara ini ia mengatur penerimaan pengantin, penyerahan pengantin, dan perkawinan.
Pada masa itu ada seorang mantan penghibur yang memiliki seorang putri yang cantik. Pada suatu ketika beberapa pengikut agama Ājīvaka datang dari desa lain dan berkata kepada perempuan penghibur itu, “Nyonya, sudilah menyerahkan anak gadismu kepada anak laki-laki kami.”
“Aku tidak mengenal siapa kalian, Tuan-tuan, dan aku tidak akan menyerahkan putri tunggalku untuk dibawa ke desa lain.”
Orang-orang bertanya kepada para pengikut Ājīvaka mengapa mereka datang. Mereka menjawab, “Kami datang untuk meminta kepada si perempuan penghibur agar memberikan putrinya kepada putra kami, tetapi ia menolak.”
“Tetapi mengapa engkau meminta pada si perempuan penghibur? Engkau seharusnya berbicara dengan Yang Mulia Udāyī. Ia akan membujuknya.”
Kemudian mereka mendatangi Udāyī dan berkata, “Yang Mulia, kami meminta si perempuan penghibur agar memberikan putrinya untuk putra kami, tetapi ia menolak. Sudikah engkau membujuknya untuk memberikan putrinya?”
Udāyī menyetujui. Segera setelah itu ia mendatangi si perempuan penghibur dan berkata, “Mengapa engkau tidak menyerahkan putrimu kepada mereka?”
“Aku tidak mengenal mereka, Yang Mulia, dan aku tidak akan memberikan putri tunggalku untuk dibawa ke desa lain.”
“Berikanlah kepada mereka. Aku mengenal mereka.”
“Jika engkau mengenal mereka. Aku akan menyerahkannya.”
Kemudian ia menyerahkan putrinya kepada para pengikut Ājīvaka tersebut, dan mereka membawanya. Selama satu bulan mereka memperlakukannya seperti seorang menantu, tetapi setelah itu seperti seorang budak.
Gadis itu mengirim pesan kepada ibunya, mengatakan, “Ibu, aku tidak bahagia dan sengsara. Selama satu bulan mereka memperlakukan aku seperti seorang menantu, tetapi setelah itu seperti seorang budak. Datanglah, ibu, dan bawa aku pulang.”
Segera setelah itu si perempuan penghibur mendatangi para Ājīvaka itu dan berkata, “Jangan memperlakukan anakku seperti budak; perlakukanlah ia dengan baik!”
Mereka menjawab, “Kami berurusan dengan si monastik, bukan dengan engkau. Pergilah! Kami tidak ingin mengenalmu.” Karena diusir, ia pulang ke Sāvatthī.
Untuk kedua kalinya si gadis itu mengirim pesan yang sama kepada ibunya. Perempuan penghibur itu mendatangi Udāyī dan berkata, “Yang Mulia, anakku tidak bahagia dan sengsara. Mereka memperlakukannya seperti seorang menantu selama satu bulan, tetapi setelah itu seperti seorang budak. Sudilah memberitahu mereka agar memperlakukannya dengan baik.”
Udāyī mendatangi para Ājīvaka dan berkata, “Jangan memperlakukan gadis ini seperti budak; perlakukanlah ia dengan baik.”
Mereka menjawab, “Kami berurusan dengan si perempuan penghibur, bukan dengan engkau. Seorang monastik seharusnya tidak terlibat. Engkau seharusnya bersikap selayaknya seorang monastik. Pergilah! Kami tidak ingin mengenalmu.” Karena diusir, ia pulang ke Sāvatthī.
Untuk ketiga kalinya gadis itu mengirim pesan yang sama kepada ibunya, dan untuk kedua kalinya perempuan penghibur itu mendatangi Udāyī dan mengatakan hal yang sama.
Ia menjawab, “Ketika aku pergi untuk pertama kali, mereka hanya mengusirku. Pergilah sendiri; aku tidak akan pergi.”
Kemudian perempuan penghibur itu mengeluhkan dan mengkritiknya, “Semoga Yang Mulia Udāyī sengsara dan tidak bahagia, seperti halnya anakku yang sengsara dan tidak bahagia karena ibu mertuanya yang jahat, ayah mertuanya yang jahat, dan suaminya yang jahat.”
Gadis itu juga mengeluhkan dan mengkritiknya dengan cara yang sama,
seperti juga perempuan-perempuan lainnya yang tidak bahagia dengan ibu mertua, ayah mertua, dan suami mereka.
Tetapi para perempuan yang bahagia dengan keluarga suami mereka mengharapkan kesejahteraannya, dengan berkata, “Semoga Yang Mulia Udāyī bahagia dan sejahtera, seperti halnya kami bahagia dan sejahtera karena ibu mertua kami, ayah mertua kami, dan suami kami yang baik.”
Para bhikkhu mendengar bahwa beberapa perempuan mengkritiknya sedangkan yang lainnya mengharapkan kesejahteraannya. Dan para bhikkhu yang memiliki sedikit keinginan mengeluhkan dan mengkritiknya, “Bagaimana mungkin Yang Mulia Udāyī dapat bertindak sebagai seorang pencomblang?”
Mereka memberitahukan kepada Sang Buddha. Sang Buddha mengumpulkan Sangha dan menanyai Udāyī: “Benarkah, Udāyī, bahwa engkau melakukan hal ini?”
“Benar, Yang Mulia.”
Sang Buddha menegurnya … “Orang dungu, bagaimana mungkin engkau dapat melakukan hal ini? Hal ini akan mempengaruhi keyakinan orang-orang…” … “Dan, para bhikkhu, aturan latihan ini harus dibacakan sebagai berikut:
Aturan awal
‘Jika seorang bhikkhu bertindak sebagai seorang pencomblang, menyampaikan niat seorang laki-laki kepada seorang perempuan atau niat seorang perempuan kepada seorang laki-laki, untuk perkawinan atau untuk suatu hubungan gelap, maka ia melakukan pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.’”
Dengan cara inilah Sang Buddha menetapkan aturan latihan ini untuk para bhikkhu.
Sub-kisah kedua
Tidak lama kemudian sejumlah berandal yang sedang bersenang-senang di sebuah taman mengirim seorang utusan kepada seorang pekerja seksual, dengan mengatakan, “Datanglah, mari kita bersenang-senang di taman.”
Ia menjawab, “Tuan-tuan, aku tidak mengenal kalian. Aku kaya. Aku tidak ingin pergi ke luar kota.”
Utusan itu kembali dengan pesan itu. Seseorang tertentu berkata kepada orang-orang itu, “Mengapakah kalian meminta si pekerja seksual? Kalian seharusnya berbicara dengan Yang Mulia Udāyī. Ia akan membujuknya.”
Tetapi seorang umat Buddha awam berkata, “Tidak mungkin. Itu tidak diperbolehkan bagi para monastik Sakya. Ia tidak akan melakukannya.” Dan mereka bertaruh apakah ia mau melakukannya atau tidak.
Para berandal itu kemudian mendatangi Udāyī dan berkata, “Yang Mulia, sewaktu kami sedang bersenang-senang di taman, kami mengutus seorang utusan kepada seorang pekerja seksual, memintanya untuk datang, tetapi ia menolak. Sudikah engkau membujuknya?”
Udāyī menyetujui. Kemudian ia mendatangi pekerja seksual tersebut dan berkata, “Mengapakah engkau tidak mendatangi orang-orang itu?”
Ia memberitahukan alasannya kepadanya.
“Pergilah. Aku mengenal mereka.”
“Kalau engkau mengenal mereka, Yang Mulia, aku akan pergi.” Dan orang-orang itu membawanya ke taman.
Kemudian umat awam itu mengeluhkan dan mengkritiknya, “Bagaimana mungkin Yang Mulia Udāyī bertindak sebagai pencomblang untuk suatu hubungan gelap yang singkat?”
Para bhikkhu mendengarnya, dan para bhikkhu yang memiliki sedikit keinginan mengeluhkan dan mengkritiknya, “Bagaimana mungkin Yang Mulia Udāyī dapat bertindak sebagai seorang pencomblang untuk suatu hubungan gelap yang singkat?”
Mereka menegur Udāyī dalam berbagai cara dan kemudian memberitahukan kepada Sang Buddha. Segera setelah itu Sang Buddha mengumpulkan Sangha dan menanyai Udāyī: “Benarkah, Udāyī, bahwa engkau melakukan hal ini?”
“Benar, Yang Mulia.”
Sang Buddha menegurnya … “Orang dungu, bagaimana mungkin engkau dapat melakukan hal ini? Hal ini akan mempengaruhi keyakinan orang-orang … ” … “Dan, para bhikkhu, aturan latihan ini harus dibacakan sebagai berikut:
Aturan akhir
‘Jika seorang bhikkhu bertindak sebagai seorang pencomblang, menyampaikan niat seorang laki-laki kepada seorang perempuan atau niat seorang perempuan kepada seorang laki-laki, untuk perkawinan atau untuk suatu hubungan gelap, bahkan walaupun hanya untuk waktu yang singkat, maka ia melakukan pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.’”
Definisi
Seorang:
siapa pun …
Bhikkhu:
… Seorang bhikkhu yang telah diberikan penahbisan penuh oleh Sangha yang sepakat melalui prosedur sah yang terdiri dari satu usul dan tiga pengumuman yang tidak dapat dibatalkan dan lengkap – bhikkhu jenis inilah yang dimaksudkan dalam kasus ini.
Bertindak sebagai seorang pencomblang:
diutus oleh seorang perempuan ia mendatangi seorang laki-laki, atau diutus seorang laki-laki ia mendatangi seorang perempuan.
Niat seorang laki-laki kepada seorang perempuan:
ia memberitahukan niat seorang laki-laki kepada seorang perempuan.
Niat seorang perempuan kepada seorang laki-laki:
ia memberitahukan niat seorang perempuan kepada seorang laki-laki.
Untuk perkawinan:
“Engkau harus menjadi istrinya.”
Untuk suatu hubungan gelap:
“Engkau harus menjadi kekasih gelapnya.”
Bahkan walaupun hanya untuk waktu yang singkat:
“Engkau akan menjalin hubungan singkat.”
Ia melakukan pelanggaran yang mengharuskan penskorsan:
… Oleh karena itu, juga, disebut “satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan”.
Permutasi
Permutasi bagian 1
Ringkasan
Ada sepuluh jenis perempuan: yang dilindungi oleh ibunya, yang dilindungi oleh ayahnya, yang dilindungi oleh orangtuanya, yang dilindungi oleh saudara laki-lakinya, yang dilindungi oleh saudara perempuannya, yang dilindungi oleh kerabatnya, yang dilindungi oleh keluarganya, yang dilindungi oleh agamanya, dilindungi perlindungan lainnya, yang dilindungi oleh ancaman hukuman.
Ada sepuluh jenis istri: istri belian, istri pilihan, istri melalui harta, istri melalui pakaian, istri melalui upacara mangkuk-air, istri melalui dibukanya alas kepala, istri budak, istri pelayan, istri tangkapan, istri sementara.
Definisi
Yang dilindungi oleh ibunya:
ibunya melindungi, menjaga, berkuasa, mengendalikan.
Yang dilindungi oleh ayahnya:
ayahnya melindungi, menjaga, berkuasa, mengendalikan.
Yang dilindungi oleh orangtuanya:
orangtuanya melindungi, menjaga, berkuasa, mengendalikan.
Yang dilindungi oleh saudara laki-lakinya:
saudara laki-lakinya melindungi, menjaga, berkuasa, mengendalikan.
Yang dilindungi oleh saudara perempuannya:
saudara perempuannya melindungi, menjaga, berkuasa, mengendalikan.
Yang dilindungi oleh kerabatnya:
kerabatnya melindungi, menjaga, berkuasa, mengendalikan.
Yang dilindungi oleh keluarganya:
keluarganya melindungi, menjaga, berkuasa, mengendalikan.
Yang dilindungi oleh agamanya:
teman-teman sekeyakinannya melindungi, menjaga, berkuasa, mengendalikan.
Yang dilindungi perlindungan lainnya:
bahkan selagi masih di dalam rahim, seseorang telah memilikinya, dengan berpikir, “Ia adalah milikku,” dan demikian pula untuk seorang yang telah bertunangan.
Yang dilindungi oleh ancaman hukuman:
mereka yang menghukum akan menghukum siapa pun yang mendatanginya dengan hukuman pasti.
Istri belian:
setelah membelinya dengan uang, mereka hidup bersama.
Istri pilihan:
saling menyayangi satu sama lain, mereka hidup bersama.
Istri melalui harta:
setelah memberikan harta, mereka hidup bersama.
Istri melalui pakaian:
setelah memberikan pakaian, mereka hidup bersama.
Istri melalui upacara mangkuk-air:
setelah menyentuh semangkuk air, mereka hidup bersama.
Istri melalui dibukanya alas kepala:
setelah melepaskan alas kepala, mereka hidup bersama.
Istri budak:
ia adalah seorang budak dan seorang istri.
Istri pelayan:
ia adalah seorang pelayan dan seorang istri.
Istri tangkapan:
yang dimaksudkan adalah seorang yang dibawa kembali sebagai seorang tangkapan.
Istri sementara:
yang dimaksudkan adalah seorang istri untuk satu kesempatan.
Penjelasan
Bertindak sebagai seorang pencomblang bagi seorang laki-laki dan seorang istri belian
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ibunya dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri belian dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ayahnya dan katakan … perempuan itu yang dilindungi oleh orangtuanya dan katakan … perempuan itu yang dilindungi oleh saudara laki-lakinya dan katakan … perempuan itu yang dilindungi oleh saudara perempuannya dan katakan … perempuan itu yang dilindungi oleh kerabatnya dan katakan … perempuan itu yang dilindungi oleh keluarganya dan katakan … perempuan itu yang dilindungi oleh agamanya dan katakan … perempuan itu yang dilindungi oleh perlindungan lainnya dan katakan … perempuan itu yang dilindungi oleh ancaman hukuman dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri belian dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Penetapan langkah-langkah selesai.
Bertindak sebagai seorang pencomblang bagi seorang laki-laki dan dua orang istri belian
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ibunya dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh ayahnya dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri-istri belian dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ibunya dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh orangtuanya … perempuan itu yang dilindungi oleh ibunya dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh saudara laki-lakinya itu … perempuan itu yang dilindungi oleh ibunya dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh saudara perempuannya … perempuan itu yang dilindungi oleh ibunya itu dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh kerabatnya … perempuan itu yang dilindungi oleh ibunya dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh keluarganya … perempuan itu yang dilindungi oleh ibunya dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh agamanya … perempuan itu yang dilindungi oleh ibunya dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh perlindungan lainnya … perempuan itu yang dilindungi oleh ibunya dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh ancaman hukuman dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri-istri belian dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Rangkaian permutasi yang tidak berkaitan selesai.
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ayahnya dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh orangtuanya dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri-istri belian dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ayahnya dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh saudara laki-lakinya … perempuan itu yang dilindungi oleh ayahnya dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh saudara perempuannya … perempuan itu yang dilindungi oleh ayahnya dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh kerabatnya … perempuan itu yang dilindungi oleh ayahnya dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh keluarganya … perempuan itu yang dilindungi oleh ayahnya dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh agamanya … perempuan itu yang dilindungi oleh ayahnya dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh perlindungan lainnya … perempuan itu yang dilindungi oleh ayahnya dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh ancaman hukuman dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri-istri belian dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ayahnya dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh ibunya dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri-istri belian dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Rangkaian permutasi berkaitan dengan dasarnya secara ringkas selesai.
… Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ancaman hukuman dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh ibunya dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri-istri belian dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ancaman hukuman dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh ayahnya … perempuan itu yang dilindungi oleh ancaman hukuman dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh orangtuanya … perempuan itu yang dilindungi oleh ancaman hukuman dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh saudara laki-lakinya … perempuan itu yang dilindungi oleh ancaman hukuman dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh saudara perempuannya … perempuan itu yang dilindungi oleh ancaman hukuman itu dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh kerabatnya … perempuan itu yang dilindungi oleh ancaman hukuman dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh keluarganya … perempuan itu yang dilindungi oleh ancaman hukuman dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh agamanya … perempuan itu yang dilindungi oleh ancaman hukuman dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh perlindungan lainnya, dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri-istri belian dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Bagian yang berdasarkan atas satu hal selesai.
Bertindak sebagai seorang pencomblang bagi seorang laki-laki dan tiga hingga sembilan orang istri belian
Bagian yang berdasarkan atas dua hal, tiga hal, hingga sembilan hal, harus diperlakukan dengan cara yang sama.
Bertindak sebagai seorang pencomblang bagi seorang laki-laki dan sepuluh orang istri belian
Ini adalah bagian yang berdasarkan atas sepuluh hal:
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ibunya dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh ayahnya dan perempuan lainnya lagi itu yang dilindungi oleh orangtuanya dan perempuan lainnya lagi itu yang dilindungi oleh saudara laki-lakinya dan perempuan lainnya lagi itu yang dilindungi oleh saudara perempuannya dan perempuan lainnya lagi itu yang dilindungi oleh kerabatnya dan perempuan lainnya lagi itu yang dilindungi oleh keluarganya dan perempuan lainnya lagi itu yang dilindungi oleh agamanya dan perempuan lainnya lagi itu yang dilindungi oleh perlindungan lainnya dan perempuan lainnya lagi itu yang dilindungi oleh ancaman hukuman dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri-istri belian dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Rangkaian permutasi tentang istri-istri belian selesai.
Bertindak sebagai seorang pencomblang bagi seorang laki-laki dan jenis-jenis istri lainnya
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ibunya dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri pilihan dari laki-laki itu … istri melalui harta dari laki-laki itu … istri melalui pakaian dari laki-laki itu … istri melalui upacara mangkuk-air dari laki-laki itu … istri melalui dibukanya alas kepala dari laki-laki itu … istri budak dari laki-laki itu … istri pelayan dari laki-laki itu … istri tangkapan dari laki-laki itu … istri sementara dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Bertindak sebagai seorang pencomblang bagi seorang laki-laki dan seorang istri sementara
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi ayahnya dan katakan … perempuan itu yang dilindungi oleh orangtuanya ... perempuan itu yang dilindungi oleh saudara laki-lakinya ... perempuan itu yang dilindungi oleh saudara perempuannya ... perempuan itu yang dilindungi oleh kerabatnya … perempuan itu yang dilindungi oleh keluarganya … perempuan itu yang dilindungi oleh agamanya … perempuan itu yang dilindungi oleh perlindungan lainnya … perempuan itu yang dilindungi oleh ancaman hukuman dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri sementara dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Penetapan langkah-langkah selesai.
Bertindak sebagai seorang pencomblang bagi seorang laki-laki dan dua istri sementara
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ibunya dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh ayahnya dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri-istri sementara dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ibunya dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh orangtuanya … perempuan itu yang dilindungi oleh ibunya dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh ancaman hukuman dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri-istri sementara dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Rangkaian permutasi yang tidak berkaitan selesai.
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ayahnya dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh orangtuanya dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri-istri sementara dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ayahnya dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh saudara laki-lakinya … perempuan itu yang dilindungi oleh ayahnya dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh ancaman hukuman dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri-istri sementara dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ayahnya dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh ibunya dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri-istri sementara dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Rangkaian permutasi berkaitan dengan dasar secara ringkas selesai.
Bertindak sebagai seorang pencomblang bagi seorang laki-laki dan tiga hingga sembilan istri sementara
Bagian yang berdasarkan atas dua hal, dan seterusnya, harus diperlakukan dengan cara yang sama.
Bertindak sebagai seorang pencomblang bagi seorang laki-laki dan sepuluh istri sementara
Ini adalah bagian yang berdasarkan atas sepuluh hal:
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ibunya dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh ayahnya dan perempuan lainnya lagi itu yang dilindungi oleh orangtuanya dan perempuan lainnya lagi itu yang dilindungi oleh saudara laki-lakinya dan perempuan lainnya lagi itu yang dilindungi oleh saudara perempuannya dan perempuan lainnya lagi itu yang dilindungi oleh kerabatnya dan perempuan lainnya lagi itu yang dilindungi oleh keluarganya dan perempuan lainnya lagi itu yang dilindungi oleh agamanya dan perempuan lainnya lagi itu yang dilindungi oleh perlindungan lainnya dan perempuan lainnya lagi itu yang dilindungi oleh ancaman hukuman dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri-istri sementara dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Rangkaian permutasi tentang istri-istri sementara selesai.
Bertindak sebagai seorang pencomblang bagi seorang laki-laki dan seorang perempuan yang dilindungi oleh ibunya: motif tunggal
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ibunya dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri belian dari laki-laki itu,’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ibunya dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri pilihan dari laki-laki itu … istri melalui harta dari laki-laki itu … istri melalui pakaian dari laki-laki itu … istri melalui upacara mangkuk-air dari laki-laki itu … istri melalui dibukanya alas kepala dari laki-laki itu … istri budak dari laki-laki itu … istri pelayan dari laki-laki itu … istri tangkapan dari laki-laki itu … istri sementara dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Penetapan langkah-langkah selesai.
Bertindak sebagai seorang pencomblang bagi seorang laki-laki dan seorang perempuan yang dilindungi oleh ibunya: kombinasi dua motif
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ibunya dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri belian dan istri pilihan dari laki-laki itu,’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ibunya dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri belian dan istri melalui harta dari laki-laki itu … istri belian dan istri melalui pakaian dari laki-laki itu … istri belian dan istri melalui upacara mangkuk-air dari laki-laki itu … istri belian dan istri melalui dibukanya alas kepala dari laki-laki itu … istri belian dan istri budak dari laki-laki itu … istri belian dan istri pelayan dari laki-laki itu … istri belian dan istri tangkapan dari laki-laki itu … istri belian dan istri sementara dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Rangkaian permutasi yang tidak berkaitan selesai.
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ibunya dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri pilihan dan istri melalui harta dari laki-laki itu … istri pilihan dan istri sementara dari laki-laki itu … istri pilihan dan istri belian dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Rangkaian permutasi berkaitan dengan dasar secara ringkas selesai.
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ibunya dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri sementara dan istri belian dari laki-laki itu … istri sementara dan istri pilihan dari laki-laki itu … istri sementara dan istri tangkapan dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Bagian yang berdasarkan atas satu hal selesai.
Bertindak sebagai seorang pencomblang bagi seorang laki-laki dan seorang perempuan yang dilindungi oleh ibunya: kombinasi tiga hingga sembilan motif
Bagian yang berdasarkan atas dua hal, dan seterusnya, harus diperlakukan dengan cara yang sama.
Bertindak sebagai seorang pencomblang bagi seorang laki-laki dan seorang perempuan yang dilindungi oleh ibunya: sepuluh motif
Bagian ini adalah yang berdasarkan atas sepuluh hal:
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ibunya dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri belian dan istri pilihan dan istri melalui harta dan istri melalui pakaian dan istri melalui upacara mangkuk-air dan istri melalui dilepaskannya alas kepala dan istri budak dan istri pelayan dan istri tangkapan dan istri sementara dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Rangkaian permutasi tentang seorang perempuan yang dilindungi oleh ibunya selesai.
Bertindak sebagai seorang pencomblang bagi seorang laki-laki dan seorang perempuan yang dilindungi dalam berbagai cara: motif tunggal
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ayahnya … perempuan itu yang dilindungi oleh orangtuanya … perempuan itu yang dilindungi oleh saudara laki-lakinya … perempuan itu yang dilindungi oleh saudara perempuannya … perempuan itu yang dilindungi oleh kerabatnya … perempuan itu yang dilindungi oleh keluarganya … perempuan itu yang dilindungi oleh agamanya … perempuan itu yang dilindungi oleh perlindungan lain … perempuan itu yang dilindungi oleh ancaman hukuman dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri belian dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Bertindak sebagai seorang pencomblang bagi seorang laki-laki dan seorang perempuan yang dilindungi oleh ancaman hukuman: motif tunggal
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ancaman hukuman dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri pilihan dari laki-laki itu … istri melalui harta dari laki-laki itu … istri melalui pakaian dari laki-laki itu … istri melalui upacara mangkuk-air dari laki-laki itu … istri melalui dilepaskannya alas kepala dari laki-laki itu … istri budak dari laki-laki itu … istri pelayan dari laki-laki itu … istri tangkapan dari laki-laki itu … istri sementara dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Penetapan langkah-langkah selesai.
Bertindak sebagai seorang pencomblang bagi seorang laki-laki dan seorang perempuan yang dilindungi oleh ancaman hukuman: kombinasi dua motif
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ancaman hukuman dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri belian dan istri pilihan dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ancaman hukuman dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri belian dan istri melalui harta dari laki-laki itu … istri belian dan istri sementara dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Rangkaian permutasi yang tidak berkaitan selesai.
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ancaman hukuman dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri pilihan dan istri melalui harta dari laki-laki itu … istri pilihan dan istri sementara dari laki-laki itu … istri pilihan dan istri belian dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Rangkaian permutasi yang berkaitan dengan dasar secara ringkas selesai.
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ancaman hukuman dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri sementara dan istri belian dari laki-laki itu … istri sementara dan istri pilihan dari laki-laki itu … istri sementara dan istri tangkapan dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Bagian yang berdasarkan atas satu hal selesai.
Bertindak sebagai seorang pencomblang bagi seorang laki-laki dan seorang perempuan yang dilindungi oleh ancaman hukuman: kombinasi tiga hingga sembilan motif
Bagian yang berdasarkan atas dua hal, tiga hal, hingga sembilan hal harus diperlakukan dengan cara yang sama.
Bertindak sebagai seorang pencomblang bagi seorang laki-laki dan seorang perempuan yang dilindungi oleh ancaman hukuman: sepuluh motif
Bagian ini adalah yang berdasarkan atas sepuluh hal:
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ancaman hukuman dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri belian dan istri pilihan dan istri melalui harta dan istri melalui pakaian dan istri melalui upacara mangkuk-air dan istri melalui dilepaskannya alas kepala dan istri budak dan istri pelayan dan istri tangkapan dan istri sementara dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Rangkaian permutasi untuk seorang yang dilindungi oleh ancaman hukuman selesai.
Peningkatan bertahap atas istri dan motif
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ibunya dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri belian dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ibunya dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh ayahnya dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri-istri belian dan istri-istri pilihan dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ibunya dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh ayahnya dan perempuan lainnya lagi itu yang dilindungi oleh orangtuanya dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri-istri belian dan istri-istri pilihan dan istri-istri melalui harta dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Dengan cara ini peningkatan dalam kedua hal dilakukan.
Seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada perempuan itu yang dilindungi oleh ibunya dan perempuan lain itu yang dilindungi oleh ayahnya dan perempuan lainnya lagi itu yang dilindungi oleh orangtuanya dan perempuan lainnya lagi itu yang dilindungi oleh saudara laki-lakinya dan perempuan lainnya lagi itu yang dilindungi oleh saudara perempuannya dan perempuan lainnya lagi itu yang dilindungi oleh kerabatnya dan perempuan lainnya lagi itu yang dilindungi oleh keluarganya dan perempuan lainnya lagi itu yang dilindungi oleh agamanya dan perempuan lainnya lagi itu yang dilindungi oleh perlindungan lainnya dan perempuan lainnya lagi itu yang dilindungi oleh ancaman hukuman, dan katakan, ‘Sudilah menjadi istri-istri belian dan istri-istri pilihan dan istri-istri melalui harta dan istri-istri melalui pakaian dan istri-istri melalui upacara mangkuk-air dan istri-istri melalui dilepaskannya alas kepala dan istri-istri budak dan istri-istri pelayan dan istri-istri tangkapan dan istri-istri sementara dari laki-laki itu.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Peningkatan dalam kedua hal selesai.
Hubungan yang diatur untuk seorang laki-laki
Ibu dari seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu … Ayah dari seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu … Orangtua dari seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu … Saudara laki-laki dari seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu … Saudara perempuan dari seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu … Kerabat dari seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu … Keluarga dari seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu … Teman-teman sekeyakinan dari seorang laki-laki mengutus seorang bhikkhu …
Harus diuraikan seperti pada rangkaian berturut-turut tentang seorang laki-laki.
Peningkatan dalam kedua hal harus diuraikan seperti sebelumnya.
Hubungan yang diatur oleh ibu: motif tunggal
Ibu dari seorang perempuan yang dilindungi oleh ibunya mengutus seorang bhikkhu, dengan berkata, “Yang Mulia, pergilah kepada laki-laki itu dan katakan, ‘Aku memiliki seorang istri untukmu yang dapat menjadi istri belian.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Ibu dari seorang perempuan yang dilindungi oleh ibunya mengutus seorang bhikkhu, dengan berkata, “Yang Mulia, pergilah kepada laki-laki itu dan katakan, ‘Aku memiliki seorang istri untukmu yang dapat menjadi istri pilihan.’” … istri melalui harta.’” … istri melalui pakaian.’” … istri melalui upacara mangkuk-air.’” … istri melalui dilepaskannya alas kepala.’” … istri budak.’” … istri pelayan.’” … istri tangkapan.’” … istri sementara.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Penetapan langkah-langkah selesai.
Hubungan yang diatur oleh ibu: kombinasi dua motif
Ibu dari seorang perempuan yang dilindungi oleh ibunya mengutus seorang bhikkhu, dengan berkata, “Yang Mulia, pergilah kepada laki-laki itu dan katakan, ‘Aku memiliki seorang istri untukmu yang dapat menjadi istri belian dan istri pilihan.’” … istri belian dan istri melalui harta.’” … istri belian dan istri sementara.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Rangkaian permutasi yang tidak berkaitan selesai.
Ibu dari seorang perempuan yang dilindungi oleh ibunya mengutus seorang bhikkhu, dengan berkata, “Yang Mulia, pergilah kepada laki-laki itu dan katakan, ‘Aku memiliki seorang istri untukmu yang dapat menjadi istri pilihan dan istri melalui harta.’” … istri pilihan dan istri sementara.’” … istri pilihan dan istri belian.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Rangkaian permutasi yang berkaitan dengan dasar secara ringkas selesai.
Ibu dari seorang perempuan yang dilindungi oleh ibunya mengutus seorang bhikkhu, dengan berkata, “Yang Mulia, pergilah kepada laki-laki itu dan katakan, ‘Aku memiliki seorang istri untukmu yang dapat menjadi istri sementara dan istri belian.’” … istri sementara dan istri pilihan.’” … istri sementara dan istri tangkapan.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Bagian yang berdasarkan atas satu hal selesai.
Hubungan yang diatur oleh ibu: kombinasi tiga hingga sembilan motif
Bagian-bagian yang berdasarkan atas dua hal, tiga hal, hingga sembilan hal harus diperlakukan dengan cara yang sama.
Hubungan yang diatur oleh ibu: sepuluh motif
Ini adalah bagian yang berdasarkan atas sepuluh hal:
Ibu dari seorang perempuan yang dilindungi oleh ibunya mengutus seorang bhikkhu, dengan berkata, “Yang Mulia, pergilah kepada laki-laki itu dan katakan, ‘Aku memiliki seorang istri untukmu yang dapat menjadi istri belian dan istri pilihan dan istri melalui harta dan istri melalui pakaian dan istri melalui upacara mangkuk-air dan istri melalui dilepaskannya alas kepala dan istri budak dan istri pelayan dan istri tangkapan dan istri sementara.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Rangkaian permutasi tentang si ibu selesai.
Hubungan yang diatur oleh berbagai orang: motif tunggal
Ayah dari seorang perempuan yang dilindungi oleh ayahnya mengutus seorang bhikkhu … Orangtua dari seorang perempuan yang dilindungi oleh orangtuanya mengutus seorang bhikkhu … Saudara laki-laki dari seorang perempuan yang dilindungi oleh saudara laki-lakinya mengutus seorang bhikkhu … Saudara perempuan dari seorang perempuan yang dilindungi oleh saudara perempuannya mengutus seorang bhikkhu … Kerabat dari seorang perempuan yang dilindungi oleh kerabatnya mengutus seorang bhikkhu … Keluarga dari seorang perempuan yang dilindungi oleh keluarganya mengutus seorang bhikkhu … Teman-teman sekeyakinan dari seorang perempuan yang dilindungi oleh agamanya mengutus seorang bhikkhu … Pemilik dari seorang perempuan yang dilindungi oleh perlindungan lainnya mengutus seorang bhikkhu … Seorang yang menghukum sehubungan dengan seorang perempuan yang dilindungi oleh ancaman hukuman mengutus seorang bhikkhu, dengan berkata, “Yang Mulia, pergilah kepada laki-laki itu dan katakan, ‘Aku memiliki seorang istri untukmu yang dapat menjadi istri belian.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Hubungan yang diatur oleh seorang yang menghukum: motif tunggal
Seorang yang menghukum sehubungan dengan seorang perempuan yang dilindungi oleh ancaman hukuman mengutus seorang bhikkhu, dengan berkata, “Yang Mulia, pergilah kepada laki-laki itu dan katakan, ‘Aku memiliki seorang istri untukmu yang dapat menjadi istri pilihan.’” … istri melalui harta.’” … istri melalui pakaian.’” … istri melalui upacara mangkuk-air.’” … istri melalui dilepaskannya alas kepala.’” … istri budak.’” … istri pelayan.’” … istri tangkapan.’” … istri sementara.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Penetapan langkah-langkah selesai.
Hubungan yang diatur oleh seorang yang menghukum: dua motif
Seorang yang menghukum sehubungan dengan seorang perempuan yang dilindungi oleh ancaman hukuman mengutus seorang bhikkhu, dengan berkata, “Yang Mulia, pergilah kepada laki-laki itu dan katakan, ‘Aku memiliki seorang istri untukmu yang dapat menjadi istri belian dan istri pilihan.’” … istri belian dan istri melalui harta.’” … istri belian dan istri sementara.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Rangkaian permutasi yang tidak berkaitan selesai.
Seorang yang menghukum sehubungan dengan seorang perempuan yang dilindungi oleh ancaman hukuman mengutus seorang bhikkhu, dengan berkata, “Yang Mulia, pergilah kepada laki-laki itu dan katakan, ‘Aku memiliki seorang istri untukmu yang dapat menjadi istri pilihan dan istri melalui harta.’” … istri pilihan dan istri sementara.’” … istri pilihan dan istri belian.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Rangkaian permutasi yang berkaitan dengan dasar secara ringkas selesai.
Seorang yang menghukum sehubungan dengan seorang perempuan yang dilindungi oleh ancaman hukuman mengutus seorang bhikkhu, dengan berkata, “Yang Mulia, pergilah kepada laki-laki itu dan katakan, ‘Aku memiliki seorang istri untukmu yang dapat menjadi istri sementara dan istri belian.’” … yang dapat menjadi istri sementara dan istri pilihan.’” … yang dapat menjadi istri sementara dan istri tangkapan.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Bagian yang berdasarkan atas satu hal selesai.
Hubungan yang diatur oleh seorang yang menghukum: tiga hingga sembilan motif
Bagian yang berdasarkan atas dua hal, tiga hal, hingga sembilan hal, harus diperlakukan dengan cara yang sama.
Hubungan yang diatur oleh seorang yang menghukum: sepuluh motif
Ini adalah bagian yang berdasarkan atas sepuluh hal:
Seorang yang menghukum sehubungan dengan seorang perempuan yang dilindungi oleh ancaman hukuman mengutus seorang bhikkhu, dengan berkata, “Yang Mulia, pergilah kepada laki-laki itu dan katakan, ‘Aku memiliki seorang istri untukmu yang dapat menjadi istri belian dan istri pilihan dan istri melalui harta dan istri melalui pakaian dan istri melalui upacara mangkuk-air dan istri melalui dilepaskannya alas kepala dan istri budak dan istri pelayan dan istri tangkapan dan istri sementara.’” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Rangkaian permutasi tentang seorang yang menghukum selesai.
Seorang perempuan yang dilindungi oleh ibunya mengambil inisiatif: motif tunggal
Seorang yang dilindungi oleh ibunya mengutus seorang bhikkhu, dengan berkata, “Yang Mulia, pergilah kepada laki-laki itu dan katakan bahwa aku akan menjadi istri beliannya.” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Seorang yang dilindungi oleh ibunya mengutus seorang bhikkhu, dengan berkata, “Yang Mulia, pergilah kepada laki-laki itu dan katakan bahwa aku akan menjadi istri pilihannya.” … istrinya melalui harta.” … istrinya melalui pakaian.” … istrinya melalui upacara mangkuk-air.” … istrinya melalui dilepaskannya alas kepala.” … istri budaknya.” … istri pelayannya.” … istri tangkapannya.” … istri sementaranya.” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Penetapan langkah-langkah selesai.
Seorang perempuan yang dilindungi oleh ibunya mengambil inisiatif: dua motif
Seorang yang dilindungi oleh ibunya mengutus seorang bhikkhu, dengan berkata, “Yang Mulia, pergilah kepada laki-laki itu dan katakan bahwa aku akan menjadi istri beliannya dan istri pilihannya.” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Seorang yang dilindungi oleh ibunya mengutus seorang bhikkhu, dengan berkata, “Yang Mulia, pergilah kepada laki-laki itu dan katakan bahwa aku akan menjadi istri beliannya dan istri melalui harta.” … istri beliannya dan istri melalui pakaian.” … istri beliannya dan istri sementaranya.” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Rangkaian permutasi yang tidak berkaitan selesai.
Seorang yang dilindungi oleh ibunya mengutus seorang bhikkhu, dengan berkata, “Yang Mulia, pergilah kepada laki-laki itu dan katakan bahwa aku akan menjadi istri pilihannya dan istrinya melalui harta.” … istri pilihannya dan istri sementaranya.” … istri pilihannya dan istri beliannya.” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Rangkaian permutasi yang berkaitan dengan dasar secara ringkas selesai.
Seorang yang dilindungi oleh ibunya mengutus seorang bhikkhu, dengan berkata, “Yang Mulia, pergilah kepada laki-laki itu dan katakan bahwa aku akan menjadi istri sementaranya dan istri beliannya.” … istri sementaranya dan istri pilihannya.” … istri sementaranya dan istri tangkapannya.” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Bagian yang berdasarkan atas satu hal selesai.
Seorang perempuan yang dilindungi oleh ibunya mengambil insiatif: tiga hingga sembilan motif
Bagian-bagian yang berdasarkan atas dua hal, dan seterusnya, harus diperlakukan dengan cara yang sama.
Seorang perempuan yang dilindungi oleh ibunya mengambil insiatif: sepuluh motif
Ini adalah bagian yang berdasarkan atas sepuluh hal:
Seorang yang dilindungi oleh ibunya mengutus seorang bhikkhu, dengan berkata, “Yang Mulia, pergilah kepada laki-laki itu dan katakan bahwa aku akan menjadi istri beliannya dan istri pilihannya dan istrinya melalui harta dan istrinya melalui pakaian dan istrinya melalui upacara mangkuk-air dan istrinya melalui dilepaskannya alas kepala dan istri budaknya dan istri pelayannya dan istri tangkapannya dan istri sementaranya.” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Rangkaian permutasi lebih jauh tentang seorang perempuan yang dilindungi oleh ibunya selesai.
Orang-orang yang dilindungi oleh berbagai orang mengambil inisiatif: motif tunggal
Seorang yang dilindungi oleh ayahnya mengutus seorang bhikkhu … Seorang yang dilindungi oleh orangtuanya mengutus seorang bhikkhu … Seorang yang dilindungi oleh saudara laki-lakinya mengutus seorang bhikkhu … Seorang yang dilindungi oleh saudara perempuannya mengutus seorang bhikkhu … Seorang yang dilindungi oleh kerabatnya mengutus seorang bhikkhu … Seorang yang dilindungi oleh keluarganya mengutus seorang bhikkhu … Seorang yang dilindungi oleh agamanya mengutus seorang bhikkhu … Seorang yang dilindungi oleh perlindungan lainnya mengutus seorang bhikkhu … Seorang yang dilindungi oleh ancaman hukuman mengutus seorang bhikkhu, dengan mengatakan, “Yang Mulia, pergilah kepada laki-laki itu dan katakan bahwa aku akan menjadi istri beliannya.” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Seorang yang dilindungi oleh ancaman hukuman mengambil inisiatif: motif tunggal
Seorang yang dilindungi oleh ancaman hukuman mengutus seorang bhikkhu, dengan berkata, “Yang Mulia, pergilah kepada laki-laki itu dan katakan bahwa aku akan menjadi istri pilihannya.” … istrinya melalui harta.” … istrinya melalui pakaian.” … istrinya melalui upacara mangkuk-air.” ... istrinya melalui dilepaskannya alas kepala.” ... istri budaknya.” ... istri pelayannya.” … istri tangkapannya.” … istri sementaranya.” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Penetapan langkah-langkah selesai.
Seorang yang dilindungi oleh ancaman hukuman mengambil inisiatif: dua motif
Seorang yang dilindungi oleh ancaman hukuman mengutus seorang bhikkhu, dengan berkata, “Yang Mulia, pergilah kepada laki-laki itu dan katakan bahwa aku akan menjadi istri beliannya dan istri pilihannya.” … istri beliannya dan istri sementaranya.” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Rangkaian permutasi yang tidak berkaitan selesai.
Seorang yang dilindungi oleh ancaman hukuman mengutus seorang bhikkhu, dengan berkata, “Yang Mulia, pergilah kepada laki-laki itu dan katakan bahwa aku akan menjadi istri pilihan dan istrinya melalui harta.” … istri pilihannya dan istri sementaranya.” … istri pilihannya dan istri beliannya.” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Rangkaian permutasi yang berkaitan dengan dasar secara ringkas selesai.
Seorang yang dilindungi oleh ancaman hukuman mengutus seorang bhikkhu, dengan berkata, “Yang Mulia, pergilah kepada laki-laki itu dan katakan bahwa aku akan menjadi istri sementaranya dan istri beliannya.” … istri sementaranya dan istri pilihannya.” … istri sementaranya dan istri tangkapannya.” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Bagian yang berdasarkan atas satu hal selesai.
Seorang yang dilindungi oleh ancaman hukuman mengambil inisiatif: tiga hingga sembilan motif
Bagian-bagian yang berdasarkan atas dua hal, dan seterusnya, harus diperlakukan dengan cara yang sama.
Seorang yang dilindungi oleh ancaman hukuman mengambil insiatif: sepuluh motif
Ini adalah bagian yang berdasarkan atas sepuluh hal:
Seorang yang dilindungi oleh ancaman hukuman mengutus seorang bhikkhu, dengan berkata, “Yang Mulia, pergilah kepada laki-laki itu dan katakan bahwa aku akan menjadi istri beliannya dan istri pilihannya dan istrinya melalui harta dan istrinya melalui pakaian dan istrinya melalui upacara mangkuk-air dan istrinya melalui dilepaskannya alas kepala dan istri budaknya dan istri pelayannya dan istri tangkapannya dan istri sementaranya.” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Rangkaian permutasi lebih lanjut tentang seorang yang dilindungi oleh ancaman hukuman selesai.
Seluruh rangkaian permutasi berturut-turut selesai.
Permutasi bagian 2
Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan. Jika ia menerima tugas itu, dan mencari tahu jawaban, tetapi tidak melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran serius. Jika ia menerima tugas itu, tetapi tidak mencari tahu jawaban, namun melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran serius. Jika ia menerima tugas itu, tetapi tidak mencari tahu jawaban, juga tidak melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran perbuatan salah. Jika ia tidak menerima tugas itu, namun mencari tahu jawaban dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran serius. Jika ia tidak menerima tugas itu, namun mencari tahu jawaban, tetapi tidak melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran perbuatan salah. Jika ia tidak menerima tugas itu, juga tidak mencari tahu jawaban, namun melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran perbuatan salah. Jika ia tidak menerima tugas itu, juga tidak mencari tahu jawaban, dan tidak melaporkan kembali, maka tidak ada pelanggaran.
Seorang laki-laki meminta kepada sejumlah bhikkhu, “Para Mulia, cari tahulah tentang perempuan itu.” Jika mereka semua menerima tugas itu, semuanya mencari tahu jawaban, dan semuanya melaporkan kembali, maka mereka semua melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Seorang laki-laki meminta kepada sejumlah bhikkhu, “Para Mulia, cari tahulah tentang perempuan itu.” Jika mereka semua menerima tugas itu, semuanya mencari tahu jawaban, tetapi hanya satu yang melaporkan kembali, maka mereka semua melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Seorang laki-laki meminta kepada sejumlah bhikkhu, “Para Mulia, cari tahulah tentang perempuan itu.” Jika mereka semua menerima tugas itu, tetapi hanya satu yang mencari tahu jawaban, namun semuanya melaporkan kembali, maka mereka semua melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Seorang laki-laki meminta kepada sejumlah bhikkhu, “Para Mulia, cari tahulah tentang perempuan itu.” Jika mereka semua menerima tugas itu, tetapi hanya satu yang mencari tahu jawaban, dan hanya satu yang melaporkan kembali, maka mereka semua melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Seorang laki-laki meminta kepada seorang bhikkhu, “Yang Mulia, cari tahulah tentang perempuan itu.” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, dan melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Seorang laki-laki meminta kepada seorang bhikkhu, “Yang Mulia, cari tahulah tentang perempuan itu.” Jika ia menerima tugas itu, mencari tahu jawaban, tetapi menyuruh seorang murid untuk melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Seorang laki-laki meminta kepada seorang bhikkhu, “Yang Mulia, cari tahulah tentang perempuan itu.” Jika ia menerima tugas itu, tetapi menyuruh seorang murid untuk mencari tahu jawaban, dan kemudian ia sendiri yang melaporkan kembali, maka ia melakukan satu pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Seorang laki-laki meminta kepada seorang bhikkhu, “Yang Mulia, cari tahulah tentang perempuan itu.” Jika ia menerima tugas itu, tetapi menyuruh seorang murid untuk mencari tahu jawaban, dan murid itu kemudian melaporkan kembali atas inisiatifnya sendiri, maka mereka berdua melakukan satu pelanggaran serius.
Permutasi bagian 3
Jika ia memenuhi kesepakatan ketika ia pergi, tetapi tidak ketika ia kembali, maka ia melakukan pelanggaran serius.
Jika ia tidak memenuhi kesepakatan ketika ia pergi, tetapi menepatinya ketika ia kembali, maka ia melakukan pelanggaran serius.
Jika ia memenuhi kesepakatan baik ketika ia pergi maupun ketika ia kembali, maka ia melakukan pelanggaran yang mengharuskan penskorsan.
Jika ia tidak memenuhi kesepakatan ketika ia pergi maupun ketika ia kembali, maka tidak ada pelanggaran.
Tidak ada pelanggaran
Tidak ada pelanggaran: jika ia pergi karena suatu urusan untuk Sangha, untuk altar, atau untuk seorang yang sakit; jika ia gila; jika ia adalah pelaku pertama.
Syair rangkuman studi kasus
“Tidur, dan mati, pergi,
Bukan seorang perempuan, seorang perempuan tanpa organ seksual;
Ia mendamaikan mereka setelah bertengkar,
Dan ia adalah seorang pencomblang untuk paṇḍaka.”
Studi Kasus
Pada suatu ketika seorang laki-laki berkata kepada seorang bhikkhu, “Yang Mulia, sudilah mencari tahu tentang perempuan itu.” Ketika bhikkhu itu pergi ke sana, ia bertanya kepada orang-orang, “Di manakah perempuan itu?”
“Ia sedang tidur, Yang Mulia.”
Ia menjadi gelisah, dengan berpikir, “Sang Buddha telah menetapkan aturan latihan. Mungkinkah aku telah melakukan pelanggaran yang mengharuskan penskorsan?” Ia memberitahu Sang Buddha, yang berkata, “Tidak ada pelanggaran yang mengharuskan penskorsan, tetapi terjadi pelanggaran perbuatan salah.”
Pada suatu ketika seorang laki-laki berkata kepada seorang bhikkhu, “Yang Mulia, sudilah mencari tahu tentang perempuan itu.” Ketika bhikkhu itu pergi ke sana, ia bertanya kepada orang-orang, “Di manakah perempuan itu?”
“Ia sudah mati, Yang Mulia.” … “Ia sedang pergi, Yang Mulia.” … “Itu bukan seorang perempuan, Yang Mulia.” … “Itu adalah seorang perempuan yang tidak memiliki organ seksual, Yang Mulia.”
Ia menjadi gelisah … “Tidak ada pelanggaran yang mengharuskan penskorsan, tetapi terjadi pelanggaran perbuatan salah.”
Pada suatu ketika seorang perempuan tertentu bertengkar dengan suaminya dan pulang ke rumah ibunya. Seorang bhikkhu yang bergaul dengan keluarga itu mendamaikan mereka. Ia menjadi gelisah … “Apakah mereka bercerai, bhikkhu?”
“Tidak, Yang Mulia.”
“Tidak ada pelanggaran jika mereka tidak bercerai.”
Pada suatu ketika seorang bhikkhu bertindak sebagai seorang pencomblang untuk para paṇḍaka. Ia menjadi gelisah … “Tidak ada pelanggaran yang mengharuskan penskorsan, tetapi terjadi pelanggaran serius.”
Aturan latihan tentang pencomblangan, yang kelima, selesai.
Komentar [0]