Demikianlah yang kudengar:
Pada suatu ketika Sang Bhagavā berdiam di Āḷavī di wilayah yang sering dikunjungi oleh yakkha Āḷavaka. Kemudian yakkha Āḷavaka mendatangi tempat Sang Bhagavā dan berkata kepada Beliau sebagai berikut: “Bhikkhu, keluarlah!”
‘Baiklah, teman”, Sang Budha berkata (dan keluar).
“Bhikkhu, masuklah!”
‘Baiklah, teman”, Sang Budha berkata memasuki kediamannya. Ia mengulangi permintaannya dua kali, namun pada permintaan ke empat Sang Buddha berkata:
“Aku tidak akan keluar, teman, lakukanlah apa pun yang engkau inginkan.”
“Bhikkhu, aku akan mengajukan pertanyaan dan jika Engkau tidak dapat menjawabnya maka aku akan menjatuhkan pikiranMu, membelah jantungMu, atau menangkap kakiMu dan melemparMu ke seberang sungai Gangga.”
“Teman, Aku tidak melihat siapapun di dunia ini bersama dengan para deva, Māra dan Brahmā, dalam generasi ini bersama dengan para bhikkhu dan brahmana, para pangeran dan manusia yang dapat menjatuhkan pikiranKu, membelah jantungKu, atau menangkap kakiKu dan melemparKu ke seberang sungai Gangga. Akan tetapi, teman, tanyakanlah apa yang engkau ingin tanyakan.”ĀḶAVAKA
Bagi manusia di sini kekayaan apakah yang terbaik?
Apakah yang jika sering dilakukan akan membawa kebahagiaan?
Apakah yang pasti memiliki rasa yang paling manis?
Kehidupan bagaimanakah yang mereka katakan sebagai “kehidupan terbaik”?BUDDHA
Keyakinan adalah kekayaan terbaik manusia,
Dharma jika dilakukan akan membawa kebahagiaan,
Kebenaran pasti memiliki rasa paling manis,
“Hidup dengan kebijaksanaan” adalah kehidupan terbaik.ĀḶAVAKA
Bagaimanakah banjir dapat diseberangi?
Bagaimanakah menyeberangi lautan?
Bagaimanakah dukkha dapat diatasi?
Bagaimanakah memenangkan kemurnian?BUDDHA
Dengan keyakinan, banjir diseberangi.
Dengan kewaspadaan, lautan diseberangi.
Dengan usaha, dukkha diatasi.
Dengan kebijaksanaan, kemurnian dimenangkanĀḶAVAKA
Bagaimanakah kebijaksanaan dapat dimenangkan
Dengan kekayaan juga ditemukan?
Bagaimanakah mencapai kemasyhuran
Dan memperoleh teman-teman?
Ketika meninggal dunia dari dunia ini, ke dunia berikutnya,
Bagaimanakah agar seseorang tidak bersedih?BUDDHA
Seseorang dengan keyakinan pada Dharma para Arahat
Untuk mencapai Nirvāṇa
Rajin, ingin mendengar,
Dan melihat, maka kebijaksanaan dimenangkan.Seseorang yang bertindak dengan sepatutnya,
Yang kokoh dan tekun,
menemukan kekayaan dan kemasyhuran, yang dicapai melalui kebenaran;
Dengan memberi, teman-teman diperoleh.Seorang perumah tangga yang berkeyakinan yang telah
Mencapai empat ini: kejujuran,
Moralitas, keteguhan, dan kedermawanan juga,
Dan dengan demikian tidak bersedih ketika meninggal dunia.Sekarang jika engkau menghendaki, tanyakanlah kepada orang lain juga,
Kepada banyak bhikkhu dan brahmana—jika
Kebenaran, kedermawanan, menjinakkan diri sendiri,
Kesabaran juga—apakah yang lebih baik daripada hal-hal ini?ĀḶAVAKA
Mengapa aku harus bertanya kepada
Banyak bhikkhu dan brahmana,
Jika sekarang aku mengetahui untuk diriku sendiri
Siapa yang membawakan kebaikan masa depanku?Sungguh adalah demi kebaikanku maka Beliau datang ke sini,
Sang Buddha mengunjungi Āḷavī.
Sekarang aku tahu di mana sebuah pemberian
Dipersembahkan agar menghasilkan buah besar.Aku akan menjelajahi desa demi desa,
kota demi kota menghormati Beliau,
Yang Tercerahkan Sempurna, dan
Dharma dari Kesempurnaan Dharma.
Komentar [0]