Memuat

Terjemahan [20]

Kemenangan Atas Kemenarikan Tubuh

Apakah berjalan atau berdiri diam,
Duduk atau berbaring,
Menekuk atau merentang—
Itu hanyalah gerakan tubuh.

Tubuh ini yang terikat oleh tulang-belulang dan urat,
berlumuran selaput dan daging
Dan terbungkus seluruhnya oleh kulit—
Tidak tampak sebagaimana adanya:

Dipenuhi dengan usus, dengan perut terisi,
Dengan kandung-kemih, bongkahan hati
Terisi dengan jantung dan paru-paru,
Dengan ginjal juga dan limpa.

Cairan seperti ludah dan ingus
Bersama dengan keringat dan lemak,
Dengan darah dan minyak sendi,
Dengan empedu dan pelumas kulit.

Kemudian melalui sembilan arus
Mengalir ketidak-murnian:
Kotoran mata dari mata,
Dari telinga, cairan—kotoran telinga,

Apakah berjalan atau berdiri diam,
Duduk atau berbaring,
Menekuk atau merentang—
Itu hanyalah gerakan tubuh.

Lendir-ingus dari hidung,
Yang kadang-kadang dimuntahkan dari mulut,
Kadang-kadang dahak dimuntahkan,
Dan keringat serta kotoran dari badan.

Dan kemudian di dalam kepala yang kosong
Gumpalan otak dimasukkan—
Si dungu menganggap semua ini indah,
Diarahkan oleh ketidaktahuan.

Tetapi ketika terbaring mati,
Membengkak dan pucat kebiruan,
Dibuang di tanah pemakaman
Sanak saudara tidak mempedulikannya.

Kemudian anjing-anjing melahapnya, rubah juga,
Serigala dan belatung mencerai-beraikannya,
Gagak dan hering mencabik-cabiknya,
Dan binatang-binatang lainnya juga.

Renungkanlah: tubuh yang hidup ini,
Tubuh yang sebelumnya seperti ini
Dan seperti halnya tubuh ini sekarang
Demikian pula tubuh ini akan menjadi—
Maka tinggalkanlah keinginan pada tubuh
Apakah di dalam ataupun di luar.

Seorang Bhikkhu demikian yang bijaksana, dengan keinginan
Dan nafsu sepenuhnya ditinggalkan,
Mencapai Tanpa-kematian, kedamaian,
Nirvāṇa, keadaan tanpa perubahan.

Namun benda berkaki dua yang kotor dan busuk ini,
Dimanjakan, walaupun dipenuhi
Dengan berbagai jenis kebusukan, serta
Cairan menetes di sana-sini,

Siapa pun yang memiliki tubuh demikian,
Namun menganggap tinggi diri mereka,
Atau memandang rendah orang lain—
Apakah ini kalau bukan kurangnya kebijaksanaan?

Komentar [0]