Memuat

Terjemahan [20]

Sang Petapa yang Hening dalam Batin

Dari keakraban muncul ketakutan,
Dari kehidupan rumah tangga muncul debu;
Tanpa rumah tangga, tidak ada kehidupan akrab—
Demikianlah pandangan bagi sang petapa.

Ia yang, memotong apa yag telah tumbuh,
Tidak menanam lagi, tidak menyediakan sarana untuk pertumbuhan,
Mereka menyebutnya sang petapa yang mengembara sendirian;
Pencari-agung-yang-telah-melihat-tempat-kedamaian.

Yang telah memeriksa tanah dan kehilangan benih,
Dan tidak menyediakan sarana untuk pertumbuhan lebih jauh,
Adalah sang Petapa yang telah melihat akhir kelahiran dan kematian,
Logika ditinggalkan dan melampaui pengelompokan.

Sungguh telah mengetahui segala tempat peristirahatan
Tanpa menyukainya sama sekali—
Sang petapa itu memang, bebas dari kesombongan, keserakahan,
Tanpa memaksakan diri, menyeberang ke pantai seberang.

Yang cerdas, mengetahui segalanya, mengatasi segalanya
Di antara segala dharma, ia tidak dapat dikotori,
Yang telah meninggalkan segalanya, terbebas melalui akhir ketagihan—
Para bijaksana menyatakan orang itu sebagai seorang petapa.

Kuat dalam kebijaksanaan, tegak dalam perilaku bermoral,
Dalam konsentrasi dan menikmati jhāna,
Bebas dari segala ikatan, kegersangan dan aliran masuk—
Para bijaksana menyatakan orang itu sebagai seorang petapa.

Sang petapa waspada yang berlatih sendirian,
Yang tidak tergoyahkan oleh celaan atau pujian,
Adalah bagaikan singa yang tidak gemetar mendengar suara-suara,
Atau bagaikan angin yang tidak tertangkap oleh jaring,
Atau bagaikan bunga teratai yang tidak dikotori oleh air,
Membimbing orang lain tetapi tidak dibimbing oleh orang lain—
Para bijaksana menyatakan orang itu sebagai seorang petapa.

Yang walaupun ditindas, namun tidak tergerak bagaikan tiang,
Ketika orang-orang lain mengucapkan kata-kata kasar tentang dirinya;
Orang itu yang terbebas dari nafsu, dengan indria-indria terkekang—
Para bijaksana menyatakan orang itu sebagai seorang petapa.

Yang berpikiran lurus bagaikan lontaran yang bergerak lurus,
Dan yang perilakunya memeriksa yang kasar dan yang halus,
Dan dengan demikian berpaling dari membuat karma buruk—
Para bijaksana menyatakan orang itu sebagai seorang petapa.

Yang dengan pikiran terkekang, tidak melakukan perbuatan jahat,
Apakah muda, setengah-tua ataupun pertapa yang terkendali,
Yang tidak dapat diprovokasi juga tidak memprovokasi orang lain—
Para bijaksana menyatakan orang itu sebagai seorang petapa.

Yang hidup dari dana makanan yang diberikan oleh orang lain,
Menerima bagian pertama, bagian pertengahan, atau yang tersisa,
Yang kemudian tidak memuji, atau berkata kasar—
Para bijaksana menyatakan orang itu sebagai seorang petapa.

Sang petapa tidak mempraktikkan kenikmatan dalam hubungan seksual,
Yang bahkan pada masa mudanya tidak terikat pada siapapun,
Tidak menggemari kegilaan dalam cara-cara penuh nafsu melainkan bebas—
Para bijaksana menyatakan orang itu sebagai seorang petapa.

Yang mengetahui alam semesta, yang melihat kebenaran tertinggi,
Menyeberangi lautan banjir, Seorang yang Demikian dan tidak melekat,
Seorang yang simpulnya telah putus, tanpa aliran masuk yang tersisa—
Para bijaksana menyatakan orang itu sebagai seorang petapa.

Perumah tangga dengan istri, dan “bukan-pembuat-milikku”
Yang berlatih keras—gaya hidup mereka tidak sama:
Perumah tangga tidak terkekang dari membunuh makhluk lain,
Tetapi sang petapa selalu melindungi kehidupan makhluk lain.

Dalam hal terbang burung merak berjambul, yang berleher kebiruan,
Tidak dapat mencapai kecepatan angsa,
Demikian pula seorang perumah tangga tidak dapat mengimbangi seorang bhikkhu,
Seorang petapa yang bermeditasi di dalam hutan.

Komentar [1]