Kotbah tentang Tiga Kelompok
Demikianlah telah kudengar. Pada suatu ketika Sang Buddha sedang berdiam di Śrāvastī di Hutan Jeta, taman Anāthapiṇḍada, bersama-sama dengan perkumpulan besar dari seribu dua ratus lima puluh orang bhikkhu. Pada waktu itu Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu: “Aku akan mengajarkan kalian Dharma yang mulia, yang maknanya memiliki rasa kemurnian di mana kehidupan suci diberkahi dengannya, yaitu tiga kelompok Dharma. Dengarkanlah, perhatikan dengan seksama dan ingatlah apa yang akan kuajarkan pada kalian.” Kemudian para bhikkhu mendengarkan untuk menerima ajaran itu.
Sang Buddha berkata kepada para bhikkhu: “Satu kelompok dalam tiga hal: Satu hal yang membawa pada tujuan yang buruk, satu hal yang membawa pada tujuan yang baik, dan satu hal yang membawa menuju Nirvāṇa.
1) “Apakah satu hal yang membawa pada tujuan yang buruk? Yaitu, tanpa belas kasih dan menyimpan kebencian dalam pikiran. Ini disebut satu hal yang membawa pada tujuan yang buruk.
“Apakah satu hal yang membawa pada tujuan yang baik? Yaitu, tidak menanam kebencian terhadap makhluk-makhluk hidup dalam pikiran. Ini disebut satu hal yang membawa pada tujuan yang baik.
“Apakah satu hal yang membawa menuju Nirvāṇa? Yaitu, dapat berusaha dengan tekun berlatih perhatian terhadap jasmani. Ini disebut sebagai satu hal yang membawa menuju Nirvāṇa.
2) “Selanjutnya, dua hal yang membawa pada tujuan yang buruk, dua hal yang membawa pada tujuan yang baik, dan dua hal yang membawa menuju Nirvāṇa.
“Apakah dua hal yang membawa pada tujuan yang buruk? Yaitu, yang pertama adalah pelanggaran moralitas, kedua adalah pandangan salah. “Apakah dua hal yang membawa pada tujuan yang baik? Yaitu, yang pertama adalah memiliki moralitas, kedua adalah memiliki pandangan benar.
“Apakah dua hal yang membawa menuju Nirvāṇa? Yaitu, yang pertama adalah ketenangan, kedua adalah pandangan terang.
3) Selanjutnya, tiga hal yang membawa pada tujuan yang buruk, tiga hal yang membawa pada tujuan yang baik, dan tiga hal yang membawa menuju Nirvāṇa.
“Apakah tiga hal yang membawa pada tujuan yang buruk? Yaitu, tiga akar tidak bermanfaat: akar tidak bermanfaat dari nafsu, akar tidak bermanfaat dari kebencian, dan akar tidak bermanfaat dari delusi.
“Apakah tiga hal yang membawa pada tujuan yang baik? Yaitu, tiga akar bermanfaat: akar bermanfaat dari tanpa nafsu, akar bermanfaat dari tanpa kebencian, dan akar bermanfaat dari tanpa delusi.
“Apakah tiga hal yang membawa menuju Nirvāṇa? Yaitu, tiga konsentrasi: konsentrasi pada kekosongan, konsentrasi pada tanpa-tanda, dan konsentrasi pada tanpa-nafsu.
4) “Selanjutnya, empat hal yang membawa pada tujuan yang buruk, empat hal yang membawa pada tujuan yang baik, dan empat hal yang membawa menuju Nirvāṇa.
“Apakah empat hal yang membawa pada tujuan yang buruk? Yaitu, berkata dengan keinginan, berkata dengan kebencian, berkata apa yang menyebabkan ketakutan, dan berkata dengan delusi.
“Apakah empat hal yang membawa pada tujuan yang baik? Yaitu, berkata tanpa keinginan, berkata tanpa kebencian, berkata apa yang tidak menyebabkan ketakutan, dan berkata tanpa delusi.
“Apakah empat hal yang membawa menuju Nirvāṇa? Yaitu, empat penegakan perhatian: penegakan perhatian pada jasmani, penegakan perhatian pada perasaan, penegakan perhatian pada pikiran, dan penegakan perhatian pada objek-objek pikiran.
5) “Selanjutnya, lima hal yang membawa pada tujuan yang buruk, lima hal yang membawa pada tujuan yang baik, dan lima hal yang membawa menuju Nirvāṇa.
“Apakah lima hal yang membawa pada tujuan yang buruk? Yaitu, melanggar lima aturan moralitas: membunuh, mencuri, melakukan perbuatan seksual yang salah, berkata bohong, dan meminum minuman keras.
“Apakah lima hal yang membawa pada tujuan yang baik? Yaitu, menjalankan lima aturan moralitas: tidak membunuh, tidak mencuri, tidak melakukan perbuatan seksual yang salah, tidak berkata bohong, dan tidak meminum minuman keras.
“Apakah lima hal yang membawa menuju Nirvāṇa? Yaitu, lima indria: indria keyakinan, indria semangat, indria perhatian, indria konsentrasi, dan indria kebijaksanaan.
6) “Selanjutnya, enam hal yang membawa pada tujuan yang buruk, enam hal yang membawa pada tujuan yang baik, dan enam hal yang membawa menuju Nirvāṇa.
“Apakah enam hal yang membawa pada tujuan yang buruk? Yaitu, enam jenis ketidakhormatan: tidak menghormati Sang Buddha, tidak menghormati Dharma, tidak menghormati Sangha, tidak menghormati moralitas, tidak menghormati konsentrasi, dan tidak menghormati ayah dan ibu sendiri.
“Apakah enam hal yang membawa pada tujuan yang baik? Yaitu, enam jenis penghormatan: menghormati Sang Buddha, menghormati Dharma, menghormati Sangha, menghormati moralitas, menghormati konsentrasi, dan menghormati ayah dan ibu sendiri.
“Apakah enam hal yang membawa menuju Nirvāṇa? Yaitu, enam perenungan: perenungan terhadap Sang Buddha, perenungan terhadap Dharma, perenungan terhadap Sangha, perenungan moralitas, perenungan kedermawanan, dan perenungan terhadap para dewa.
7) “Selanjutnya, tujuh hal yang membawa pada tujuan yang buruk, tujuh hal yang membawa pada tujuan yang baik, dan tujuh hal yang membawa menuju Nirvāṇa.
“Apakah tujuh hal yang membawa pada tujuan yang buruk? Yaitu, membunuh, mengambil apa yang tidak diberikan, melakukan perbuatan seksual yang salah, berbohong, mengatakan ucapan memecah belah, berkata kasar, dan berkata omong kosong.
“Apakah tujuh hal yang membawa pada tujuan yang baik? Yaitu, tidak membunuh, tidak mengambil apa yang tidak diberikan, tidak melakukan perbuatan seksual yang salah, tidak berbohong, tidak mengatakan ucapan memecah belah, tidak berkata kasar, dan tidak berkata omong kosong.
“Apakah tujuh hal yang membawa menuju Nirvāṇa? Yaitu, tujuh faktor pencerahan: faktor pencerahan perhatian, faktor pencerahan penyelidikan fenomena, faktor pencerahan semangat, faktor pencerahan ketenangan, faktor pencerahan konsentrasi, faktor pencerahan sukacita, dan faktor pencerahan keseimbangan.
8) “Selanjutnya, delapan hal yang membawa pada tujuan yang buruk, delapan hal yang membawa pada tujuan yang baik, dan delapan hal yang membawa menuju Nirvāṇa.
“Apakah delapan hal yang membawa pada tujuan yang buruk? Yaitu, delapan praktek salah: pandangan salah, kehendak salah, ucapan salah, perbuatan salah, pencaharian salah, usaha salah, perhatian salah, dan konsentrasi salah.
“Apakah delapan hal yang membawa pada tujuan yang baik? Yaitu, pandangan benar duniawi, kehendak benar, ucapan benar, perbuatan benar, pencaharian benar, usaha benar, perhatian benar, dan konsentrasi benar.
“Apakah delapan hal yang membawa menuju Nirvāṇa? Yaitu, jalan mulia berunsur delapan: pandangan benar, kehendak benar, ucapan benar, perbuatan benar, pencaharian benar, usaha benar, perhatian benar, dan konsentrasi benar.
9) “Selanjutnya, sembilan hal yang membawa pada tujuan yang buruk, sembilan hal yang membawa pada tujuan yang baik, dan sembilan hal yang membawa menuju Nirvāṇa.
“Apakah sembilan hal yang membawa pada tujuan yang buruk? Yaitu, sembilan jenis kekesalan: seseorang telah menyinggung dan membuatku kesal, sedang menyinggung dan membuatku kesal, atau akan menyinggung dan membuatku kesal; ia telah menyinggung dan membuat kesal mereka yang kusayangi, sedang menyinggung dan membuat kesal mereka, dan akan menyinggung dan membuat kesal mereka; ia telah mengasihi mereka yang tidak kusukai, sedang mengasihi mereka, atau akan mengasihi mereka.
“Apakah sembilan hal yang membawa pada tujuan yang baik? Yaitu, sembilan jenis ketidakkesalan: ‘Ia telah menyinggungku’ – apakah manfaatnya bagiku menjadi kesal karena hal ini? Demikianlah kekesalan belum muncul, kekesalan tidak muncul saat ini, dan kekesalan tidak akan muncul. “Ia telah menyinggung dan membuat kesal mereka yang kusayangi’ – apakah manfaatnya bagiku menjadi kesal karena hal ini? Demikianlah kekesalan belum muncul, kekesalan tidak muncul saat ini, dan kekesalan tidak akan muncul. ‘Ia mengasihi mereka yang tidak kusukai’ – apakah manfaatnya bagiku menjadi kesal karena hal ini? Demikianlah kekesalan belum muncul, kekesalan akan muncul, dan kekesalan tidak muncul saat ini.
“Apakah sembilan hal yang membawa menuju Nirvāṇa? Yaitu, sembilan keadaan sukacita: yang pertama adalah sukacita, kedua adalah belas kasih, ketiga adalah kegembiraan, keempat adalah kebahagiaan, kelima adalah konsentrasi, keenam adalah pengetahuan sebagaimana adanya, ketujuh adalah pelepasan, kedelapan adalah kebosanan, dan kesembilan adalah pembebasan.
10) “Selanjutnya, sepuluh hal yang membawa pada tujuan yang buruk, sepuluh hal yang membawa pada tujuan yang baik, dan sepuluh hal yang membawa menuju Nirvāṇa.
“Apakah sepuluh hal yang membawa pada tujuan yang buruk? Yaitu, sepuluh jalan perbuatan tidak bermanfaat: jalan perbuatan jasmani dari membunuh, mencuri, dan melakukan perbuatan seksual yang salah; jalan perbuatan ucapan dari ucapan memecah belah, ucapan kasar, ucapan bohong, dan omong kosong; serta jalan perbuatan pikiran dari keserakahan, kebencian, dan pandangan salah.
“Apakah sepuluh hal yang membawa pada tujuan yang baik? Yaitu, sepuluh jalan perbuatan bermanfaat: jalan perbuatan jasmani dari tidak membunuh, tidak mencuri, dan tidak melakukan perbuatan seksual yang salah; jalan perbuatan ucapan dari tanpa ucapan memecah belah, tanpa ucapan kasar, tanpa ucapan bohong, dan tanpa omong kosong; serta jalan perbuatan pikiran dari tanpa keserakahan, tanpa kebencian, dan pandangan benar.
“Apakah sepuluh hal yang membawa menuju Nirvāṇa? Yaitu, jalan langsung berunsur sepuluh: pandangan benar, kehendak benar, perbuatan benar, pencaharian benar, usaha benar, perhatian benar, konsentrasi benar, pembebasan benar, dan pengetahuan benar. Para bhikkkhu, dengan cara ini sepuluh hal ini membawa menuju Nirvāṇa.
“Inilah yang disebut Dharma sejati yang mulia dalam tiga kelompok. Sebagai Tathāgata, aku telah melakukan apa yang seharusnya terhadap perkumpulan para siswa, tanpa pengurangan. Karena pikiran yang perhatian kepada kalian, aku telah menguraikan kotbah tentang sang jalan ini. Adalah untuk kalian sendiri harus memperhatikan diri kalian, kalian seharusnya berdiam di tempat-tempat sunyi, bermeditasi di bawah pepohonan. Janganlah lalai. Jika kalian sendiri tidak mengerahkan usaha sekarang, tidak ada gunanya kelak menyesalinya.”
Para bhikkhu yang telah mendengar apa yang dikatakan Sang Buddha bergembira dan menerimanya dengan hormat.
Kotbah tentang Tiga Kelompok